Kamis, 21 Sep 2017
radarsurabaya
Hukum & Kriminal
Salah Satunya Mahasiswi

Jual ABG Pelajar Lewat WhatsApp dan Line, 2 Gadis Jadi Mucikari

Kamis, 14 Sep 2017 18:24 | editor : Abdul Rozack

MALU: Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jatim, Kompol Putu Mataram (kanan) didampingi Kanit I Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Yasinta Mau, (kiri) menunjukkan barang bukti Jual ABG dibawah Umur, Mahasiswi Diringkus

MALU: Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jatim, Kompol Putu Mataram (kanan) didampingi Kanit I Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Yasinta Mau, (kiri) menunjukkan barang bukti Jual ABG dibawah Umur, Mahasiswi Diringkus (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Kejahatan bisnis esek-esek di Kota Surabaya kembali berhasil di bongkar Subdit IV Remaja Anak-anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur. Kali ini Unit I Subdit IV Renakta Ditreskrimum berhasil menangkap dua remaja putri yang berperan sebagai mucikari dalam penjualan gadis di bawah umur di Kota Pahlawan.

Kedua tersangka itu terdapat Ayu Sriwulan,19, mahasiswi yang tinggal di Kelurahan Kapas Madya Baru RT 05 RW 07, Tambaksari dan Putri Febria Anita, 23, warga Jalan Jojoran Gang 1, RT 04 RW 08 Kelurahan Mojo Gubeng Surabaya. Akibat perbuatan yang dilakukan kini keduanya harus berurusan dengan polisi.

Menurut informasi yang diperoleh Radar Surabaya peristiwa penangkapan terhadap kedua tersangka itu bermula dari kejelian Subdit IV Renakta dalam memantau transaksi bisnis layanan bisnis lendir surabaya di dunia maya. Pertama kali polisi berhasil menangkap tersangka Putri di Hotel  Istana Jalan Ngagel Jaya Surabaya tepatnya Rabu (30/8). 

Dari penangkapan itu polisi juga mengamankan satu korban dengan inisial EL, 17 warga Surabaya.

 “Pertama tersangka Putri yang kami tangkap. Modusnya tersangka ini merekrut korban dengan memberikan iming-iming bayaran mahal. Tersangka bisnis lendir surabaya menawarkan korban lewat WhatsApp dan line, dengan cara mengupload foto korban,” kata Kanit I Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, Komisaris Polisi (Kompol) Yasinta Mau, Rabu (13/9). 

Lebih lanjut Yasinta menambahkan bahwa untuk para korban yang dijual oleh tersangka Putri ini rata-rata masih usia pelajar. Mulai dari umur 14 hingga 16 tahun. Putri sendiri informasinya memiliki enam anak buah. Diantaranya FF, 17, LP 20, ME, 18, KAI, 16, FK, 17 dan EF, 17. 

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia