Jumat, 24 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Gresik
* Hanya Kantongi Izin IPR

Tebar Polusi, Warga Protes Stockpile Dwi Raksa

Rabu, 13 Sep 2017 10:06 | editor : Aries Wahyudianto

PROTES : Kades Tebaloan Sulkan saat menyampaikan protes terhadap polusi  dari gudang stockpile milik PT Dwi Raksa.

PROTES : Kades Tebaloan Sulkan saat menyampaikan protes terhadap polusi dari gudang stockpile milik PT Dwi Raksa. (Rofiq/Radar Gresik)

DUDUKSAMPEYAN – Keberadaan gudang penumpukan (stockpile) batubara milit PT Dwi Raksa di Jalan Raya Ambeng-ambeng, Duduksampeyan diprotes warga. Bahkan Kades Tirem dan dan Kades Tebaloan Kecamatan Duduksampeyan meminta perusahaan itu ditutup.

Protes warga disampaikan ke Komisi III DPRD Gresik, Selasa siang. Mereka menilai gudang PT Dwi Raksa telah mencemari udara serta menutup saluran air. Kepala Desa Tirem Sriwahyuni mengakui, sebagianbesar warganya memprotes perusahaan tersebut. Beberapa kelompok tani di desanya mengeluh, karena air tidak bisa mengalir dengan lancar. Kondisi ini menyebabkan sawah dan tambak mereka terendam dan rusak.

“Gudang tersebut bikin pembatas pabrik tepat di tengah sungai, jadi aliran airnya tidak lancar. Padahal, Desa Tirem merupakan pembuangan terakhir air dari Waduk Jono, Cerme,” ujarnya. 

Hal senada disampaikan Kepala Desa Tebaloan Sulkhan. Menurut dia, selain menutup saluran air gudang tersebut juga memunculkan bau tidak sedap. Sehingga, warga merasa terganggung dengan kondisi tersebut. “Berkali-kali kami mencoba berkoordinasi tapi tidak pernah bisa, makanya saya lapor pada dewan,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Camat Duduksampeyan Suropadi menyebutka, pihaknya sudah berkali-kali memanggil pemilik gudang tersebut tapi tidak bisa. Sehingga, pihaknya tidak bisa berbuat banyak terhadap protes yang dilakukan warga. “Saya berusaha meredam protes agar tidak sampai konflik. Makanya kami berharap dewan bisa menyelesaikan persoalan ini,” kata dia.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Gresik Baktiar Gunawan Hutabarat mengatakan sampai saat ini gudang stockpile tersebut belum memiliki dokumen lingkungan. “Belum ada pengajuan izin lingkungan dari gudang stockpile milik PT Dwi Raksa tersebut,” tegas dia.

Ditambahkan, setelah dilakukan koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal – Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) ternyata gudang tersebut hanya mengantongi izin pemanfaatan ruang (IPR). “Sedangkan izin-izin yang lain dipastikan belum ada sama sekali. Makanya kami juga tidak tahu jelas perusahaan tersebut,” pungkas dia.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gresik Moh Syafi’ AM mengatakan pihaknya bakal menindaklanjuti laporan tersebut. Rencananya, Kamis depan pihaknya bakal memanggil instansi terkait. “Jika memang benar-benar tidak memiliki izin kami bakal mendesak Satpol PP untuk melakukan penyegelan,” terangnya. (rof/ris)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia