Rabu, 20 Sep 2017
radarsurabaya
Hukum & Kriminal

Tarif Threeshome twitter PASUTRI 3S SURABAYA 500 ribu, Follower 500an

Rabu, 13 Sep 2017 06:30 | editor : Abdul Rozack

MALU: Tersangka Selvin Firnando (tengah) bersama istri sirinya saat digerebek Subdit IV Renakta Direskrimum Polda Jatim di salah satu kamar hotel kawasan Tegalsari Surabaya

MALU: Tersangka Selvin Firnando (tengah) bersama istri sirinya saat digerebek Subdit IV Renakta Direskrimum Polda Jatim di salah satu kamar hotel kawasan Tegalsari Surabaya (ISTIMEWA)

SURABAYA-Dalam penyelidikan kasus jual istri siri Lebih lanjut AKBP Rama Samtama menambahkan bahwa saat itu tersangka langsung terlibat chatingan setelah tukar pin dan mengajak ketemuan pelanggan di salah satu tempat untuk menawarkan istrinya dengan menunjukkan foto. 

Setelah pertemuan deal dan kesepakatan terwujud, Selasa (29/8) tersangka langsung membooking hotel di kawasan Tegalsari, Surabaya. “Selasa itu mereka masuk dalam satu kamar hotel. Tersangka dan istrinya masuk dahulu, kemudian juga datang dua pelangganya Alvino dan AG. Kedua pelanggan langsung membuka baju, termasuk tersangka,” tambah perwira menengah dengan dua melati di pundaknya ini.  

Dikatakan Rama, bahwa setelah itu, yang mulai main dahulu adalah teman Alvino, kemudian secara bergantian mereka melakukan hubungan tak lazim tersebut. “Jadi suaminya juga ikut. Dan menurut pengakuan tersangka menjual istrinya seharga Rp 500 ribu untuk sekali servis,” tegasnya.  

Rama menjelaskan bahwa karena polisi sudah mengintai sejak awal, maka tak lama kemudian petugas langsung mendobrak pintu dan menggerebek mereka di satu kamar. Saat itu keempatnya masih dalam keadaan telanjang, kemudian mereka disuruh ganti baju dan langsung dibawa ke Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan.

“Setelah diperiksa, hanya satu yang kami tetapkan tersangka yaitu Epin suami TS. Dan menurut pengakuanya dia baru satu kali menjual istri sirinya kepada lelaki lain. Namun di akun miliknynya, follower nya sudah mencapai 500 lebih,” bebernya.

Kendati menurut pengakuan tersangka hanya baru sekali namun polisi masih melakukan pendalaman. Tersangka sendiri menjalin hubungan dengan TS, sudah dua tahun belakangan ini. Di Surabaya keduanya tinggal kos di kawasan Tegalsari. 

Menurut pengakuanya tersangka dan TS, melakukan hal itu karena kepepet untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari penangkapan itu polisi berhasil menyita barang bukti uang tunai Rp 1 juta, satu buah Hanpone (HP) merk Vivo V3, satu bendel bill hotel nomor 302, satu lembar daftar tamu hotel, satu lembar transaksi tunai hotel, satu buah seprei warna kuning, satu buah selimut warna kuning dan dua buah kondom merks Sutra yang sudah terpakai.

“Tersangka bakal kami jerat Pasal 296 dan atau 506 KUHP tentang tindak Pidana mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain atau mengambil keuntungan dari pelacuran. Ancaman hukumanya minimal dua tahun,” pungkasnya. 

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia