Selasa, 21 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle

Tea Manner, Nikmatnya Minum Teh ala Bangsawan

Selasa, 12 Sep 2017 18:06 | editor : Abdul Rozack

NGETEH SANTAI: Sejumlah orang sedang belajar tea manner dari Azizah Algadrie (berdiri). Teknik ini biasa digunakan bangsawan Inggris untuk menikmati waktu minum teh.

NGETEH SANTAI: Sejumlah orang sedang belajar tea manner dari Azizah Algadrie (berdiri). Teknik ini biasa digunakan bangsawan Inggris untuk menikmati waktu minum teh. (ARDIANSYAH FAJAR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Ada aturan minum teh agar tampak elegan. Cara tersebut dinamakan tea manner, meliputi penyajian, cara seduh, hingga pose duduk yang benar. Seorang dosen sekaligus mantan model profesional era 1980-1990-an Azizah Algadrie memberikan tips tea manner ini. 

Wanita yang juga seorang personality coach and motivator ini mengatakan, teh diseduh dengan seteko air panas, susu, dan gula. Saat acara minum teh, tuan rumah menyiapkan cangkir, alas cangkir, sendok teh, dan sebuah celemek besar. Teh disajikan di tempat duduk dan meja yang rendah. 

Tuan rumah yang menuangkan teh ke dalam cangkir, sedangkan tamu bisa memberi gula maupun susu sendiri. Cara mengaduk dengan sendok teh berlawanan arah dari depan ke belakang, bukan diputar. Teknik ini dinamakan traditional tea.

"Traditional tea memang seperti itu. Setelah tuan rumah memberikan teh nya, susu dan gula dituang oleh tamu," jelasnya di Heracatea Room & Boutique, Senin (11/10).

Selain itu, cara duduk tamu juga harus tegak, langsung menata celemek di atas pangkuan. Cara minumnya pegang pegangan cangkir, kemudian bawa ke dekat mulut jangan sampai kepala menunduk mendekati cangkirnya. 

“Sebagai hidangan pelengkap, kue scones hangat, roti lapis atau sandwich dan berbagai macam roti kering (pastries) disajikan bersama dengan teh hitam,” imbuhmya. 

Tea manner mengadopsi tradisi minum teh dari United Kingdom (UK). Mereka menikmati traditional tea, dikenal dengan sebutan having tea, dan bukan afternoon tea yang notabene diklaim sebagai gaya hidup para bangsawan Inggris di abad ke-18.

(sb/jar/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia