Sabtu, 25 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal

Tertangkap Berkat CCTV ATM, PIN ATM Tanggal Lahir Korban

Selasa, 12 Sep 2017 17:59 | editor : Abdul Rozack

ILUSTRASI

ILUSTRASI (Grafis: Fajar)

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Leonard Sinambela menjelaskan penangkapan Yosep, tersangka pencurian di rumah teman untuk membeli narkoba dilakukan pada Kamis (7/ 9). Dia ditangkap saat hendak pulang ke rumah kosnya. Yosep menjadi buruan polisi setelah diduga melakukan pencurian tas dan uang yang berada di ATM korban. 

Leo menjelaskan dugaan tersebut muncul, setelah polisi mengetahui jika uang senilai Rp 5,7 juta yang ada di ATM korban lenyap. Kemudian penyelidikan dilakukan dengan cara memeriksa berita penarikan dari bank. Dan terungkap jika pelaku melakukan penarikan tersebut di sebuah mesin ATM di kawasan Jalan Dukuh Kupang. “Kemudian setelah kami periksa, kami mendapati CCTV yang merekam aksi tersangka saat melakukan penarikan tersebut,” lanjut Leo. 

Perwira dengan dua melati di pundaknya ini mengatakan dalam menjalankan aksinya, tersangka masuk ke rumah korban. Kebetulan rumah korban tidak berpagar dan pintunya juga tak dikunci. Selain itu, Yosep juga sudah hafal dengan kondisi rumah lantaran sudah sering datang ke rumah tersebut. Setelah masuk ke dalam rumah,tersangka lantas menuju ke kamar korban. "Kemudian tersangka mengambil tas yang berisikan barang berharga, yakni hp dan ATM milik korban. 

Aksinya tak diketahui, lantaran saat itu korban sedang terlelap,” terangnya. Mantan Wakasat Narkoba Polrestabes Surabaya ini juga mengatakan,  setelah keluar dari rumah korban, Yosep lantas menuju ke ATM yang berada di salah satu minimarket di kawasan Jalan Dukuh Kupang, tepatnya di depan Islamic center, Surabaya. “Setelah itu, tersangka menarik uang dari mesin ATM tersebut,” lanjutnya. 

Mengenai PIN ATM tersebut, awalnya tersangka tidak tahu. Dia hanya menebak saja dengan memasukkan tanggal lahir korban sebagai nomor pin, dan uji cobanya berhasil.  Dari penarikan ini, tersangka mengambil uang sebenyak Rp 5 juta.  “Setelah itu, penarikan yang kedua ia mengambil uang sebanyak Rp 700 ribu saja,” lanjut perwira asal Medan ini. 

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia