Jumat, 22 Sep 2017
radarsurabaya
Gresik

Kebijakan KSOP Paciran Meresahkan

Selasa, 12 Sep 2017 10:28 | editor : Aries Wahyudianto

Tak Menentu : KMP Gili Iyang ngedok di Pelabuhan Paciran lantaran tak mendapat izin berlayar.

Tak Menentu : KMP Gili Iyang ngedok di Pelabuhan Paciran lantaran tak mendapat izin berlayar. (BASITH/RADAR GRESIK)

Bawean - Pelayaran KMP Gili Iyang dari Pelabuhan Paciran Lamongan tujuan Pulau Bawean sering mengecewakan. Petugas KSOP setempat seringkali tidak memberikan izin berlayar. Padahal dalam kondisi cuaca yang sama, kapal cepat dari Gresik ke Bawean bisa berlayar.

Tak menentunya pelayaran dari KMP Gili Iyang ini merugikan banyak pihak. Terutama sejumlah pengusaha yang menggunakan jasa KMP Gili Iyang untuk memasok barang ke Bawean.

Ini pun dirasakan para anggota Persatuan Saudagar Bawean. Direncanakan dalam waktu dekat menggelar pertemuan membahas khusus persoalan kapal milik PT Pelayaran ASDP (Persero) yang seringkali ditunda keberangkatannya.

Suhaimi petugas PT Pelayaran ASDP Indonesia (Persero) di Pulau Bawean membenarkan KMP Gili Iyang tidak berangkat hampir 2 minggu lamanya. Alasannya dikarenakan tidak mendapatkan izin berlayar dari petugas Syahbandar di Paciran Lamongan. "Itu kewenangan khusus petugas, patokannya tinggi BMKG 2,5 meter tidak diperbolehkan berangkat. Walaupun kapal cepat Express Bahari dan Kapal Natuna diberangkatkan dari Pelabuhan Gresik,"katanya.

Rencananya semalam,  (11/9) sudah mendapatkan izin dari Syahbadar Paciran untuk keberangkatan ke Pulau Bawean. "Jelasnya, kapal tidak berangkat dikarenakan tidak mendapatkan izin,"tegasnya.

Sementara bila ada suara yang tidak sedap di dengar soal respon calon penumpang ataupun lainnya, Suhaimi menyatakan itu hanya isu saja. "Intinya kapal tidak berangkat karena tidak mendapatkan izin, itu saja alasannya,"pungkasnya. (bst/rtn)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia