Selasa, 21 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Frontage Road Ditarget Selesai Tahun 2021

Selasa, 12 Sep 2017 08:50 | editor : Lambertus Hurek

SIAP TAMBAH ANGGARAN: Ruas jalan frontage road yang sudah jadi di Kecamatan Buduran, Minggu (10/9). Proyek dari Buduran sampai Waru ini ditargetkan selesai empat tahun lagi.

SIAP TAMBAH ANGGARAN: Ruas jalan frontage road yang sudah jadi di Kecamatan Buduran, Minggu (10/9). Proyek dari Buduran sampai Waru ini ditargetkan selesai empat tahun lagi. (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)

KOTA-Pembangunan Frontage Road (FR) ditarget untuk selesai pada 2021 mendatang. Hal tersebut merupakan target yang diberikan oleh Komisi C DPRD Sidoarjo dalam rapat pembahasan Perubahan APBD 2017. Pemkab Sidoarjo pun diminta untuk mempercepat pembangunan jalan pendamping tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Abdillah Nasik menilai perkembangan pembangunan FR belum signifikan. Menurutnya tahun ini hanya pembebasan lahan di Desa Sruni serta pembangunan saluran, sedangkan untuk pembangunan fisik jalan hanya sedikit. “Mulai tahun depan harus dilakukan percepatan," kata Nasik.

Menurut politisi PKB ini, ada beberapa hal yang menyebabkan lambatnya pembangunan FR. Pertama, dari total 31 perusahaan, baru 11 yang sudah menghibahkan lahannya ke Pemkab Sidoarjo. Kedua, minimnya anggaran untuk pembebasan lahan warga. Dari 8 desa yang terdampak pembangunan, baru satu desa yang pembebasannya tuntas, yakni Desa Sawotratap. 

Dari kondisi tersebut, Komisi C sepakat memasang target 2021 pembangunan FR harus tuntas. Rincian detilnya, ruas jalan Buduran hingga bundaran Aloha tuntas pada 2019. Setelah itu dilanjutkan ruas jalan bundaran Aloha sampai Waru tuntas pada 2021. 

“Sehingga tahun 2021 sudah bisa digunakan," imbuhnya.

Untuk mendukung percepatan pembangunan FR ini, Sekretaris DPC PKB tersebut mengaku siap mencukupi kebutuhan anggarannya, mulai pembebasan lahan hingga pembangunan fisik. Dalam hal ini pihaknya mengutamakan pembebasan lahan dulu, baru dianggarkan untuk pembangunan fisiknya. "Selain itu juga meminta dukungan perusahaan, TNI AL, dan PT KAI untuk menghibahkan lahan," pungkasnya. (nis/jee) 

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia