Kamis, 23 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle

Kemasan Kreatif Semanggi Surabaya sebagai Oleh-Oleh Kota Pahlawan

Senin, 11 Sep 2017 20:55 | editor : Abdul Rozack

TERUJI: Raymond menata semanggi yang sudah dikemas menjadi makanan instan siap konsumsi. Semanggi sudah sejajar dengan makanan-makanan lain yang dikemas siap makan.

TERUJI: Raymond menata semanggi yang sudah dikemas menjadi makanan instan siap konsumsi. Semanggi sudah sejajar dengan makanan-makanan lain yang dikemas siap makan. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Surabaya memiliki makanan yang menjadi trade mark wisata maupun kulinernya, yakni Semanggi Surabaya. Bahkan makanan ini diabadikan oleh Presiden RI ke-1, Soekarno sebagai nama jembatan Semanggi di ibu kota Jakarta. 

Well, makanan yang sudah menjadi ciri khas kota Surabaya inipun telah mengalami banyak perubahan, seiring dengan makin tingginya minat wisatawan domestik maupun internasional. Tetapi banyak ragam itu ternyata tidak dibarengi dengan packaging yang menarik. 

Tentunya mahasiswa UK Petra, Raymond Gunawan, 22, tertantang mendesain kemasan untuk menambah added value (memberi nilai tambah) bagi UKM di Kampung Semanggi. Dia mendesain guna mendorong harga jual Semanggi instan semakin tinggi dan mempertahankan rasa, serta kemasan tidak mudah rusak.

“Sebagai orang Surabaya, saya ingin berkontribusi memajuan kota kelahiran, dengan membantu UKM di Surabaya. Selain itu, inovasi dari makanan khas Surabaya dalam bentuk instan ini memiliki peluang besar untuk menjadi alternatif oleh-oleh khas Surabaya,” ujar mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) yang mendapat IPK 3,95 ini kepada Radar Surabaya.

Raymond menambahkan bahwa ide ini muncul saat dia ditantang dosen pembimbingnya membuat desain kemasan yang bisa menjadi identitas Surabaya. Raymond tidak hanya membuat desain,  tapi memberi keunikan lain dengan mengedepankan konsep sustainbilitas. 

“Kemasan yang telah terpakai dapat diubah menjadi bingkai foto dengan mengikuti instruksi yang ada,” ujar pria kelahiran Surabaya, 6 Agustus 1995 ini. Dia menambahkan bahwa kemasan tersebut berbahan karton sebagai kemasan luar. Semanggi, bumbu kering dan kerupuknya dikemas satuan dengan kaleng plastik mika. 

Kemasan itu dibuat menjadi dua ukuran, yaitu ukuran satuan dengan menjual semanggi kering, bumbu semanggi, dan kerupuk secara terpisah. Masing-masing dikemas dengan berat berbeda, untuk semanggi 20 gram, bumbu 250 gram, dan kerupuk 150 gram. 

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia