Kamis, 21 Sep 2017
radarsurabaya
Lifestyle

Robot Gamelan Mahasiswa PENS Bisa Memainkan Lagu Gundul-Gundul Pacul

Minggu, 10 Sep 2017 07:20 | editor : Abdul Rozack

INOVATIF: Iftahatus Shofwan (kanan) dan Imam Syafaat menujukkan robot gamelan hasil karyanya.

INOVATIF: Iftahatus Shofwan (kanan) dan Imam Syafaat menujukkan robot gamelan hasil karyanya. (ARDIANSYAH FAJAR/RADAR SURABAYA)

Dua mahasiswa tingkat akhir Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berhasil membuat robot gamelan yang dapat memainkan lagu secara otomatis. Berasal dari prodi Diploma 4 Teknik Mekatronika, mereka berdua berusaha mengembangkan teknologi berbasis pneumatik untuk memainkan alat musik gamelan.

Ardiansyah Fajar-Wartawan Radar Surabaya

Dua mahsiswa PENS yang berhasil membuat robot gamelan tersebut adalah Imam Syafaat dan Iftahatus Shofwan. Ide membuat robot gamela ini berawal dari tugas akhir persyaratan kelulusan. Mereka berdua pun membagi tugas. Iftahatus memastikan notasi yang akan dimainkan oleh gamelan. Ia pun membuat database yang terdiri atas notasi angka sebuah lagu pada PLC Controller yang kemudian diinput ke dalam notepad. “Setelah kami memasukkan database ke dalam PLC Controller, lalu kami buka data tersebut menggunakan program Labview. Dan gamelan pun akan memainkan notasi sesuai dengan lagu,” ulas Ifta kepada Radar Surabaya, kemarin.

Berbeda dengan rekannya, Imam Syafaat lebih banyak bersentuhan dengan hardware. Mulai dari pengerjaan mekanik alat hingga kelistrikan dan tekanan udara pada kompresor. Beberapa selang udara dipasangkan pada actuator cylinder pneumatic guna menghasilkan tekanan agar pemukul yang diletakkan di masing-masing bilah bergerak memukul bilah gending.

Ada tiga lagu yang dapat dimainkan oleh gamelan ini, yaitu Gundul-gundul Pacul, Prau Layar, dan Suwe Ora Jamu. “Jika waktunya masih panjang kami dapat memasukkan database sehingga lagunya bisa lebih banyak,”imbuh Ifta yang telah mengerjakan karyanya ini selama 7-8 bulan. 

Agar dapat lebih memahami karakteristik gamelan terutama gambang, Ifta dan Imam pun sempat berkonsultasi dan menimba ilmu di STKW Surabaya.

Dibimbing oleh Dr. Indra Adji Sulisijono, M.Eng dan Endah Suryawati Ningrum MT, tugas akhir yang menghabiskan dana sekitar Rp 3 juta ini berhasil menjuarai Lomba Tugas akhir yang diselenggarakan 23 Agustus lalu di kampus PENS.

 “Alhamdulillah, kami senang dapat menjadi pemenang Lomba TA di kampus. Kampus sangat mensupport kami dalam mengerjakan tugas akhir ini. Hampir sebagian besar peralatan laboratorium termasuk PLC Controller kami pinjam dari kampus,”kata Ifta.

Meski demikian, baik Ifta maupun Imam masih ingin mengembangkan lebih jauh lagi karya mereka ini. Selain ingin menambah jumlah koleksi lagu, Imam juga berharap dapat lebih menyempurnakan bentuk mekaniknya. “Butuh juga pengembangan lagi supaya akurasinya lebih baik,” pungkas Imam.

(sb/jar/jek/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia