Rabu, 20 Sep 2017
radarsurabaya
Lifestyle

Penderita Sinusitis Disarankan Jauhi Kasur Kapuk

Sabtu, 09 Sep 2017 19:12 | editor : Abdul Rozack

STOP: Jika penyebab sinus adalah pilek yang kerap kambuh karena alergi debu atau asap, maka pencegah- annya cukup dengan menjaga kebersihan lingkungan.

STOP: Jika penyebab sinus adalah pilek yang kerap kambuh karena alergi debu atau asap, maka pencegah- annya cukup dengan menjaga kebersihan lingkungan. (HELLOSEHAT)

Sinusitis merupakan penyakit umum yang bisa menyerang siapa saja. Sinusitis adalah radang pada dinding sinus, yaitu rongga kecil berisi udara yang terletak di tulang wajah. 

ANGGUN ANGKA WIJAYA - Wartawan Radar Surabaya 

Biasanya, peradangan terjadi di rongga sekitar hidung (sinus maxillaris) dan di rongga dahi, di antara mata (sinus frontalis). Infeksi dapat berupa pembengkakan mukosa atau adanya cairan dalam rongga sinus.

Dokter Lili Soetjipto, dokter Poliklinik Umum Rumah Sakit (RS) Adi Husada Undaan Wetan Surabaya  menjelaskan, radang pada sinus terjadi karena adanya cairan atau infeksi  yang masuk ke dalam sinus. Cairan atau infeksi tersebut bisa berasal dari ingus atau hasil pembekakan infeksi hidung. “Juga bisa karena infeksi di lubang yang menghubungkan hidung dan rongga sinus,” ungkap Lili.  

Lebih lanjut ia mengungkapkan, gejala yang paling gampang dirasakan adalah rasa nyeri di sekitar hidung dan bawah mata. “Terasa sakit jika ditekan. Selain itu, juga sakit kepala. Jika parah,  nafas berbau atau halitosis,” lanjut Lili. Hal ini terjadi karena adanya nanah dalam sinus.

Lili mengatakan, penyebab sinusitis  yang paling umum karena adanya  pembengkakan dinding dalam hidung akibat pilek yang sering kambuh atau terus menerus. Biasanya hal ini muncul karena alergi. “Kondisi ini biasanya disebabkan oleh virus flu atau pilek yang disebabkan alergi, sehingga infeksi menyebar ke rongga  sinus,” sambungnya. 

Sedangkan faktor pemicu sinusitis yang lain  pada orang dewasa selain infeksi virus adalah infeksi jamur, infeksi gigi, serta kebiasaan merokok. “Infeksi gigi,  terutama pada gigi bagian atas. Sebab, syaraf gigi nyambung ke sinus,” kata Lili.

Bagi penderita sinusitis yang disebabkan karena pembengkakan mukosa, diingatkan Lili harus minum antibiotika  sekitar dua hingga tiga minggu. Jika sinusitis karena adanya nanah dalam sinus, harus dilakukan tindakan operasi oleh dokter spesialis THT. “Biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik,” ujarnya. Untuk memastikan diagnosa dan menentukan jenis pengobatan, maka dokter akan melakukan foto rontgen.

Lantas, bagaimana untuk pencegahannya? Lili mengungkapkan jika penyebab sinus adalah pilek yang sering kambuh atau terus menerus yang biasanya disebabkan oleh alergi. Biasanya kalau karena alergi  debu atau asap, maka pencegahannya sangat mudah. “Kita hanya menjaga kebersihan lingkungan rumah,” tegasnya. 

Caranya dengan menyimpan barang-barang di tempat tertutup. Misal buku harus disimpan di dalam lemari. “Jika buku disimpan di tempat terbuka, harus dibersihkan secara rutin . Membersihkannya dengan cara dilap, dan saat membersihkan harus mengenakan penutup hidung,” beber Lili.  

Perhatikan juga baju  yang menggantung di kamar. Debu sangat mudah menempel di baju. “Kalau bisa jangan terlalu banyak baju digantung di dalam kamar,” saran Lili. 

Tempat lain yang menjadi sarang debu adalah kasur. Hindari menggunakan kasur kapuk. Bersihkan kasur saat bangun tidur dan ketika akan tidur lagi. “Jangan meletakkan boneka terlalu banyak di atas kasur, karena mainan ini juga menjadi sarang debu,” ungkap Lili. 

Apabila alergi terhadap bulu binatang, ia menyarankan lebih baik jangan memelihara binatang, seperti anjing dan kucing. Sedangkan penderita sinusitis akut yang tidak  ditangani dan diobati dengan benar, maka akan mengalami komplikasi, yaitu sinusitis kronis. “Jika penderita sinusitis kronis tidak juga diobati, infeksi bisa menyebar ke dinding otak dan bisa menyebabkan meningitis atau radang otak,” pungkas Lili.

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia