Senin, 25 Sep 2017
radarsurabaya
Surabaya

E-tilang Mulai Diuji Coba, Langgar Lalin Langsung Terekam CCTV

Rabu, 30 Aug 2017 10:20 | editor : Abdul Rozack

MONITOR CCTV: Petugas menunjukkan rekaman CCTV yang merekam plat nomor setiap pengendara yang melintas.

MONITOR CCTV: Petugas menunjukkan rekaman CCTV yang merekam plat nomor setiap pengendara yang melintas. (BAEHAQI ALMUTOIF/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sepertinya serius meredam pelanggar lalu lintas. Wacana penerapan e-tilang dengan menggunakan close circuit television (CCTV) pun sedang dilakukan uji coba. 

Kepala Bidang Lalu lintas Dinas Perhubungan (Kabid Lalin Dishub) Surabaya Robben Rico mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan uji coba terkait rencana penerepan e-tilang yang nantinya akan di pasang dibeberapa titik.

"Sekarang lagi diuji coba di perempatan Terminal Bratang," kata Rico, Selasa (29/8). 

Dia melanjutkan, uji coba tersebut bakal dilakukan selama dua minggu lamanya. Setelah itu dilakukan evaluasi terkait hal ini. 

"Kalau settingannya sudah pas. Lalu kami terapkan disejumlah titik," jelasnya. 

Disebutkannya, tujuan dari pemasangan e-tilang adalah untuk mendidik warga agar taat aturan tanpa ditunggui petugas. Diakuinya, CCTV untuk e-tilang ini berbeda dengan yang biasa digunakan untuk pemantauan lalu lintas. 

Alat yang dipakai kali ini mampu melakukan analisa terhadap pelanggaran pengendara. Dengan merekam plat nomor kendaraan dalam data base. Begitu juga dengan jenis pelanggaran yang dilakukan pengguna jalan raya. 

"CCTV ini bisa melakukan tindakan dan analisa. Misalkan ada pelanggaran, akan di capture. Jadi beberapa foto terekam dan ketahuan. Misalkan melebihi batas batas garis saat lampu merah," tegasnya.  

Soal sanksi pelanggar, Rico mengungkapkan, Dishub Surabaya masih berkordinasi dengan jajaran terkait. Seperti kepolisian dan kejaksaan. "Sanksi kami belum bisa dijelaskan. Karena akan kami adakan rakor terlebih dahulu dengan jajaran terkait," tuturnya. 

Diakuinya, pihaknya hanya sebatas menyiapkan peralatan. Sementara kewenangan tilang ada di jajaran lainnya. "Semua jaringan, kamera, Pemkot tanggung jawab," ungkapnya. 

Uji coba untuk penerapan sistem pengawasan lalu lintas dengan memasang sejumlah kamera dengan terintegrasi di Surabaya Intelengence Transport System (SITS). Hal itu untuk memonitor pelanggaran lalu lintas dengan berbasis IT. 

Lokasi uji coba baru diletakkan di satu titik yaitu di persimpangan Bratang. Tepatnya di Jalan Nginden arah ke Taman Flora. Di sana, diberikan satu pemasang kamera tambahan. Terdapat dua kamera resolusi tinggi yang dipasang. Bukan di atas traffict light seperti biasanya. Melainkan agak mundur sekitar empat meter sebelum traffict light . 

Di titik tersebut ada dua kamera yang dipasang. Satu mengarah ke utara dan lainnya ke barat. Kamera ini dapat memonitor pelanggaran lalu lintas mulai kendaraan yang melaju di atas batas kecepatan, yang berhenti melewati batas garis stop, juga kendaraan yang melawan arus.

Selain itu dengan kamera ini juga akan bisa mendeteksi jenis kendaraan dan nomor polisi kendaraan bermotor di titik tersebut. Sehingga pengawasan lebih optimal.

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia