Kamis, 23 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Events

Peserta Kampung Pendidikan Sudah Terpilih 85 RW

50 peserta pratama dan 35 madya

Kamis, 24 Aug 2017 05:25 | editor : Abdul Rozack

Pematangan: Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Nanis Chairani (empat dari kiri) bersama Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro (lima dari kiri) saat melakukan pertemuan terkait persi

Pematangan: Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Nanis Chairani (empat dari kiri) bersama Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro (lima dari kiri) saat melakukan pertemuan terkait persi (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali mengadakan Kampung Pendidikan. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, peserta kali ini ditargetkan mencapai ratusan rukun warga (RW) se-Surabaya. Tropi dan uang pembinaan pun telah disiapkan guna memeriahkan even tersebut.

Pemkot Surabaya sendiri mengadakan lomba ini bukan alasan. Pemerintah kota pahlawan ingin melihat proses tumbuh kembangnya anak-anak salah satunya dalam dunia pendidikan. Kepala 

Dinas  Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan anak (DP5A) Nanis Chaerani mengatakan saat ini telah ada 50 peserta pratama dan 35 madya. "Dua tahun lalu peserta yang mendaftar sampai 160 peserta," ujar Nanis, Rabu (23/8).

Dia berharap pada tahun ini jumlah peserta sama dengan dua tahun lalu. Untuk merangsang hal tersebut, uang pembinaan sebesar Rp 10 juta pun telah disiapkan. Bagi RW yang memiliki program paling baik, bisa memperoleh uang pembinaan tersebut. "Memang mereka ini harus memasukkan proposal profil. Yang sudah diberikan atau diajari setiap RW untuk membuat proposal tersebut," jelasnya. Proposal profil ini nantinya harus disosialisasikan melalui workshop.

Tak hanya berhenti disitu saja, masih menurutnya, program yang telah diaerahkan melalui program profil itu harus di terapkan di wilayah masing-masing. Nantinya program yang menarik akan lolos seleksi dan kampungnya mendapat kunjungan dari tim juri dari Pemkot Surabaya dan ahli dibidangnya. Peserta lantas diurutkan secara rangking. Baru kemudian setiap peserta yang dinyatakan programnya layak, bakal mempresentasikannya pada Oktober mendatang.

"Untuk juri ini kami juga menerjunkan juri siluman. Ada juri yang memantau. Dia menyamar, tidak memberitahu kedatangannya untuk mengecek apakah benar diterapkan ke lingkungannya atau tidak," paparnya.

Tidak ada batasan peserta yang ingin ikut pada kampung pendidikan ini. Menurut Nanis, setidaknya minimal satu RW yang ikut. Kalaupun ada dua hingga tiga diperbolehkan. "Kami memberikan kriteria dalam proposal tersebut. Diantaranya, pembagian jam belajar dan jam menonton televisi. Program mereka ini mau sama atau tidak, tak masalah. Saya rasa mereka punya program unggulan," bebernya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ketika launching lomba kampung pendidikan Kampung’e Arek Suroboyo di Graha Sawunggaling Lantai VI kantor Pemerintah Kota Surabaya, Selasa (2/5) silam meminta kepada para lurah dan camat untuk terus bergerak aktif mengajak warganya mengikuti lomba kampung pendidikan.

Baginya, menang atau kalah bukan jadi masalah, yang penting itu niatnya dulu untuk mau belajar. Namun yang paling penting, lanjut Risma, setiap lurah dan camat juga harus mampu memotivasi warga di wilayahnya untuk mewujudkan kampung yang kondusif. Sebab,kampung yang kondusif akan membentuk karakter positif dalam diri anak sehinggaperbuatan-perbuatan negatif sangat kecil terjadi.“Mereka ini penerus bangsa, kita harus menyiapkan bekal yang seimbang bagi mereka kedepannya,” kata Risma.

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia