Jumat, 15 Dec 2017
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Bocah SD Disetubuhi Pelajar SMK

Rabu, 23 Aug 2017 08:27 | editor : Aries Wahyudianto

SEPI : Kondisi kos yang menjadi tempat kejadian perkara kasus pemerkosaan bocah kelas 2 SD.

SEPI : Kondisi kos yang menjadi tempat kejadian perkara kasus pemerkosaan bocah kelas 2 SD. (IBROHIM/RADAR GRESIK)

MENGANTI - Kasus asusila dengan korban di bawah umur terjadi di Menganti. MZM, 17, pelajar kelas XI SMK diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Gresik. Warga Dusun Wriginkurung, Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti ini diduga menyetubuhi Sal, 7.

Perkosaaan diduga dilakukan di tempat kos orang tuanya di Dusun Gempol, Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti. Bocah kelas 2 Sekolah Dasar itu pun sempat pendarahan hebat hingga menjalani perawatan medis di RSUD Ibnu Sina. Sementara itu pelaku berhasil ditangkap.

Kronologi perkosaan itu bermula saat pelaku datang ke kamar kos temannya, DNN. Pelaku bersama temannya memang satu sekolah. Pelaku yang bolos kemudian iseng melihat kamar korban yang memang dikenal cantik itu. “Sudah biasa ke sini mas memang. Anaknya nakal dan sering bolos kalau sekolah,”  ujar pemilik kos, Iskandar.

Pelaku kemudian masuk ke kamar kos yang di dalamnya hanya ada korban sendirian. Orang tua korban, Dangin bekerja di Jalan Margomulyo, Surabaya. Sedangkan ibunya, Etik Supriyani bekerja di warung lontong yang berjarak sekitar 100 meter dari kos.

Pelaku kemudian masuk ke kamar kos korban yang sedang tertidur sendirian. Dalam kamar kos korban itulah pelaku memperkosa korban sekitar pukul 09.00.

Iskandar yang merupakan Kasun setempat menyampaikan dia datang ke kos untuk buka tokonya yang ada di depan kos. Sekitar pukul 09.00 dia datang, kondisi sudah ramai. Korban yang mengalami pendarahan dilarikan warga ke rumah sakit di Kecamatan Benowo, Surabaya. Karena ada beberapa alat yang tidak tersedia, korban dirujuk ke RSUD Ibnu Sina.

Dijelaskan, kondisi kos miliknya memang sepi karena dari enam kamar diisi hanya tiga kamar. Itupun para penghuninya adalah pekerja semua. Selain karena itu, pemilik kos telat membuka toko yang ada di depannya. “Malamnya ada acara sampai subuh, jadi pukul 09.00 saya baru datang. Biasanya pagi pukul 07.00 sudah buka toko sekalian jaga kos,” imbuhnya.

Iskandar kemudian berinisiatif melaporkan kejadian itu ke Polsek Menganti sekitar pukul 11.00. Sementara itu korban sampai di RSUD Ibnu Sina sekitar pukul 13.00 dan langsung masuk ruang Instalasi Gawat Darurat. Korban dirawat secara intensif hingga harus dioperasi. Sebelum dirawat inap, korban semat dijahit di bagian alat vitalnya.

“Itu sudah ada di kos lagi. Tapi masih tutup karena baru pulang tadi pukul 14.00 lebih. Mereka berasal dari Ponorogo. Bapaknya yang sudah 10 tahun di sini dari semenjak belum menikah,” terang Iskandar.

Setelah mendapat laporan, polisi bergerak menangkap pelaku di rumahnya. Pelaku merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan tinggal di Perum Wringinkurung, Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti. Keluarganya adalah pendatang yang membeli tanah kavling dan sudah menjadi penduduk setempat. Sehari-hari pelaku memang kurang bergaul dengan tetangganya.

Kasun Wringinkurung, Muhaimin menyatakan, memang ada warganya yang ditangkap polisi terkait kasus pemerkosaan. Pelaku kelas XI SMK swasta di daerah Menganti. Menurut warganya, pelaku memang nakal dan suka mengotak-atik sepeda motor. “Kurang begitu kenal karena orang tuanya juga pendatang,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga yang tak mau disebutkan namanya mengungkapkan pelaku tidak hanya satu orang. Sebab saat kejadian itu berlangsung pelaku tidak sendirian. Dia ditemani dua bocah lain yang salah satunya adalah penghuni kos. “Tiga orang lawan satu. Benar-benar kasihan,” komentar dia.

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Adam Purbantoro saat dikonfirmasi mengiyakan adanya kasus pemerkosaan itu. Dia membenarkan juga satu pelaku sudah diamankan. Namun, untuk jumlah pelaku dan kronologi pasti kasus tersebut masih diperiksa penyidik. “Itu masih dilakukan penyidikan. Masih di Polda Jatim ada acara,” jawab dia singkat. (bro/ris)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia