Jumat, 24 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Events
Indonesia Chanel 2017

Ajari Pelajar Asing untuk Kenalkan Budaya Indonesia di Mancanegara

Minggu, 20 Aug 2017 08:25 | editor : Abdul Rozack

AKRAB : Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi (baju hitam) dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat melakukan sesi foto bersama 59 mahasiswa yang berasal dari 49 negara dalam Indonesia Chanel 2017 di Empire Palace, Jumat (18/8) malam.

AKRAB : Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi (baju hitam) dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat melakukan sesi foto bersama 59 mahasiswa yang berasal dari 49 negara dalam Indonesia Chanel 2017 di Empire Palace, Jumat (18/8) malam. (BAGUS PUTRA PAMUNGKAS/RADAR SURABAYA)

Indonesia memiliki ribuan budaya. Nah, pemerintah punya cara agar budaya Nusantara makin mendunia. Salah satunya dalah dengan program Indonesia Chanel.

Bagus Putra Pamungkas - Wartawan Radar Surabaya

Alunan musik Jawa terdengar jelas Empire Palace, Jumat (18/8) malam. Tak lama kemudian, 59 penari muncul. Uniknya, para penari berparas bule. Ya, mereka merupakan mahasiswa asing. Para penari berasal dari 45 negara. Namun, gerakan mereka tampak gemulai. Tak kalah dengan penari lokal profesional.

Sajian sempurna itu mendapat applause dari penonton. Termasuk Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Wajah mereka tampak terhibur.

Retno mengaku, mereka bukan mahasiswa biasa. Mereka adalah mahasiswa yang mendapat beasiswa dari pemerintah. “Kami biayai mereka ke sini (Indonesia) untuk belajar budaya Nusantara,” kata dia.

Para mahasiswa belajar selama tiga bulan. Disitu, mereka akan diajarkan beragam budaya Indonesia. Mulai gamelan, tarian hingga budaya lainnya. Selama tiga bulan, diharapkan mahasiswa mampu belajar banyak.

“Tujuannya, saat kembali, mereka bisa mengajarkan dan memperkenalkan budaya Indonesia ke negara asalnya,” lanjut Retno. 

Selain itu, program ini juga memiliki tujuan lain. “Yaitu untuk menjalin silaturahmi dengan negara sahabat,” jelasnya.

Hal itu diapresiasi oleh Tri Rismaharini. Menurutnya, program ini bisa membuat budaya Indonesai makin dikenal dunia. “Bahkan, bisa menumbuhkan minat generasi muda kita untuk ikut belajar budaya,” bebernya.

Risma pun bersyukur Surabaya bisa menjadi tuan rumah Indonesia Chanel 2017. Hal itu bakal dijadikan sebagai cambuk agar Surabaya bisa melestarikan budaya yang ada.

Seperti diketahui, program Indonesia Chanel 2017 sudah dilakukan sejak 2013. Dari program ini, sudah ada 776 alumni mahasiswa yang berasal dari 49 negara.

(sb/gus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia