Senin, 23 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Pelaku Dikenal Temperamen

Sabtu, 12 Aug 2017 08:58 | editor : Aries Wahyudianto

PELAKU : Kopda Tri Setyoko ketika disergap di Ngantang Malang.

PELAKU : Kopda Tri Setyoko ketika disergap di Ngantang Malang. (YUDHI/RADAR GRESIK)

KOPDA Tri Setyoko ditangkap karena diduga membunuh Luluk Diana, 38, istri Kades Sidojangkung, Kecamatan Menganti. Anggota TNI ini membunuh korban dengan menembak kepala bagian belakang.

Sejumlah infomasi menyebutkan, keduanya merupakan pernah satu sekolah. Namun menurut Wadir Reskrimum Polda Jatim AKBP Teguh Suswandi, pelaku ingin menguasai uang korban yang baru diambil dari bank sebesar Rp 150 juta.

"Pelaku tampaknya ingin mengambil uang milik korban. Awalnya pelaku hanya dimintai mengawal. Namun setelah melihat uang ratusan juta, pelaku ingin menguasainya," terang AKBP Teguh.

Pelaku sempat bertemu korban di Mojokerto sebelum terjadi pembunuhan. Usai mengambil uang pelaku dan korban berada satu mobil dengan korban mengendarai Toyota Yaris nopol Toyota Yaris warna putih nopol L 1193 AQ.

Di hutan wilayah Kecamatan Jetis, Mojokerto korban dihabisi dengan cara ditembak kepala bagian belakang. Usai membunuh, pelaku membawa kabur uang dan mobil milik korban. Mobil tersebut ditinggal Pasar Sapi, Krian karena khawatir jejaknya diketahui polisi.

Dari Krian, pelaku pulang ke rumah untuk menyimpan uang dan pistol yang digunakan menghabisi korban dengan menumpang mobil Avanza. Polisi masaih menyelidiki siapa orang yang menjemput pelaku di mobil Avanza. Dari rumahnya di Kedamean, pelaku kemudian kabur ke Jombang dan Kediri mengendarai Honda Jazz nopol W 1797 YL. Terakhir pelaku bersembunyi di rumah kerabatnya di Ngantang, Malang sebelum akhirnya tertangkap.

Dari data yang dihimpun, pelaku sudah berdinas di TNI sejak 18 tahun terakhir. “Pomal Lantamal V Surabaya masih merangkai kronologi pembunuhan sampai penangkapan ini. Belum tahu ketemu di Surabaya mana,” imbuhnya.

Kepala Desa Sidojangkung, Sugiyanto yang istrinya menjadi korban pembunuhan tidak mau berkomentar banyak. Terutama terkait dugaan adanya hubungan dekat korban dan pelaku. Dia hanya mengatakan terima kasih pada penegak hukum sudah mengungkap kasus yang menimpa keluarganya. “Lumayan lega sudah terungkap. Tapi minta dihukum berat pelakunya sesuai perbuatan,” ucapnya.

Danpomal Lantamal V, Letkol Laut (PM) Khoirul Fuad membenarkan Tri Setyo adalah anggota TNI AL. Setelah ditangkap, yang bersangkutan diserahkan kepada oditur militer. “Setelah ini diproses dan dilakukan penyidikan. Jika sudah terpenuhi unsurnya diserahkan ke pengadilan militer,” ujarnya.

Dia menambahkan, setiap prajurit yang bersalah dan melanggar hukum harus diproses sesuai aturan yang berlaku. Jika terpenuhi buktinya diserahkan ke oditur militer. Nanti yang memberikan keputusan adalah pengadilan militer.

“Kita berlakukan reward and punishment. Setiap yang berprestasi dapat apresiasi dan yang bersalah dapat hukuman,” pungkasnya. (bro/ris)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia