Sabtu, 21 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Bawa Nasi Bungkus Ternyata Berisi Sabu

Warga Sidokumpul Ditangkap Polisi

Sabtu, 12 Aug 2017 08:44 | editor : Lambertus Hurek

HANYA DISURUH: Tersangka Farid dan barang bukti sabu-sabu yang diamankan Polsek Sidoarjo.

HANYA DISURUH: Tersangka Farid dan barang bukti sabu-sabu yang diamankan Polsek Sidoarjo. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SIDOARJO)

KOTA-Penyelundupan sabu-sabu (SS) ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tetap saja terjadi. Ini dibuktikan dengan ditangkapnya Farid Hilmi, 40, warga Desa Sidokumpul, Kecamatan Sidoarjo. Dari dia diamankan SS 1,04 gram yang hendak dibawanya ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Sidoarjo, Rabu (9/8) sore. 

Informasi yang dihimpun Radar Sidoarjo, SS itu hendak diselundupkan dengan cara menyembunyikannya di dalam nasi bungkus. Ia pura-pura hendak membesuk di narapidana di Lapas dengan membawa makanan. 

“Ternyata nasi bungkus yang dibawanya ada SS-nya,” kata Kapolsek Sidoarjo Kompol Rochsul, Jumat (11/8).

Ia menjelaskan makanan itu hendak diserahkan ke salah satu narapidana kasus narkoba bernama Ahmad Rofik. Tetapi saat pemeriksaan barang bawaan, petugas Lapas menaruh kecurigaan. Sebab di dalam nasi bungkus itu ditemukan barang yang tertutup lakban warna hitam. 

“Barang tersebut diambil petugas, sekaligus mengamankan tersangka,” katanya.

Setelah itu, lakban yang menutup bungkusan kecil itu dibuka dan ternyata diketahui ada satu poket SS. Saat itu juga petugas lapas langsung menghubungi Polsek Sidoarjo dan akhirnya tersangka diamankan. 

“Di dalam tahanan tersebut memang ada seorang napi yang bernama Rofik dan masih dilakukan penyelidikan dari mana SS itu berasal,” jabarnya.

Pengakuan tersangka Farid pada polisi mengaku hanya disuruh. Menurut dia, dirinya sudah dua kali melakukan pengiriman SS. Saat pengiriman pertama tidak ada masalah. Namun yang kedua ia kaget saat ditahan sementara oleh petugas. 

“Saya terkejut salah saya apa? Setelah saya diberi tahu ada bungkusan berisi SS, saya makin terkejut karena saya ini hanya disuruh,” katanya.

Ia menuturkan tidak tahu menahu terkait SS yang ada di dalam nasi bungkus tersebut. Ia hanya dimintai tolong seseorang yang berinisial J untuk mengantarkan ke lapas. “Masa saya menolak apalagi dekat rumah juga, tapi malah begini jadinya,” pungkasnya. (gun/jee) 

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia