Selasa, 17 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

16 Persen Warga Surabaya Belum Punya Akta Kelahiran

Sabtu, 12 Aug 2017 09:25 | editor : Abdul Rozack

RAMAI: Aktivitas layanan administrasi pendudukan di Dispendukcapil Siola. Ditargetkan akhir tahun ini seluruh warga Surabaya sudah memiliki akta kelahiran.

RAMAI: Aktivitas layanan administrasi pendudukan di Dispendukcapil Siola. Ditargetkan akhir tahun ini seluruh warga Surabaya sudah memiliki akta kelahiran. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya menggenjot pencetakan akta kelahiran. Sebab, hingga saat ini warga Surabaya yang memiliki akta kelahiran baru mencapai 84 persen.

Kepala Dispendukcapil Surabaya Suharto Wardoyo menjelaskan, warga yang dimaksud adalah dari usia 0-18 tahun. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, jumlah penduduk Surabaya di usia tersebut mencapai 1,1 juta jiwa. Artinya dari jumlah tersebut, 16 persen atau sekitar 176 ribu penduduk diantaranya belum memiliki akta kelahiran. 

"Padahal program Kemendagri mewajibkan seluruh Dispendukcalil untuk menuntaskan pencatatan akta kelahiran pada akhir 2017. Sementara kita baru 84 persen," ungkapnya kepada Radar Surabaya, Jumat (11/8).

Karena itu, pihaknya akan terus melakukan pendataan. Menurutnya, pendataan juga sering mengalami kendala. Pasalnya, banyak warga pindahan yang sudah memiliki akta kelahiran. "Mereka dapat akta kelahiran dari kota asalnya. Namun tidak dilaporkan ke Dispendukcapil Surabaya," jelasnya.

Hal itu membuat Dispendukcapil menggandeng seluruh sekolah di Surabaya. Mereka akan memberi info jika ada siswa yang sudah memiliki akta namun terbitan kota lain. Selain itu, ia juga mengimbau kepada warga yang belum memiliki akta kelahiran agar segera mengurus. Pasalnya, mengurus akta kelahiran saat ini sangat mudah. Salah satunya bisa melalui website lampid.go.id. 

"Dari situ, warga bisa mengurus akta kelahiran cukup dari rumah," terang Anang.

Dengan demikian, pihaknya menargetkan paling tidak akhir tahun ini total yang sudah memiliki akta mencapai 90 persen, bahkan hingga 100 persen.

(sb/gus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia