Senin, 23 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Dewan PaksaJasmas 2016 Masuk Lagi

Jumat, 11 Aug 2017 08:43 | editor : Aries Wahyudianto

Nur Qolib

Nur Qolib (Dok/Radar Gresik)

Meskipun kondisi keuangan daerah terancam defisit kalangan dewan tetap memaksakan agar Jasmas 2016 kembali dianggarkan di perubahan 2017. Sebab, calon penerima sudah ditetapkan melalui SK Bupati Gresik. Untuk itu, pada perubahan APBD (P-APBD) 2017 ini, para legislator memaksa agar usulannya bisa dimasukkan lagi serta dicairkan oleh Pemkab Gresik.

Wakil Ketua DPRD Gresik, Nur Qolib tak menyangkal adanya desakan dari anggota dewan agar pokir yang tak cair dalam APBD 2016 bisa masuk di P-APBD 2017. "Datanya, pokir yang tak cair pada 2016 lalu,  total sekitar Rp 9,3 milyar. Namun, angka satuannya bisa berubah sesuai dengan kekuatan anggaran nantinya," ujarnya.

Dikatakan, pada pembahasan awal Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) APBD 2017, semua pokir yang tak cair di tahun 2016 sepakat difasilitasi. Untuk itu, komisi diperintahkan untuk  membedah secara detail. "Kami menunggu hasil dari komisi. Kepastiannya, menunggu dalam rapat finaalisasi," tandasnya.

Hasil rapat Banggar DPRD Gresik dengan Tim-Ang Pemkab Gresik dalam membedah KUPA APBD 2017, ternyata  ada penurunan APBD Gresik tahun 2017 dari sebesar Rp 2,9 miliar menjadi sebesar Rp 2,7 miliar.

"Awalnya, defisit sebesar Rp 128 milyar tetapi tertutup Silpa sebesar Rp 67 milyar. Masih kurang sekitar Rp 61 untuk neraca keungan seimbang. Kemarin ada pendapatan dari PDAM sebesar Rp 7 milyar. Banggar minta Tim-Ang minta melakukan rasionalisasi agar neraca keuangan seimbang. Kalau tidak bisa, kita akan bahas bareng rasionalisasi," tegasnya.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelibangda) Gresik Tugas Husni Syarwanto membenarkan pokir dewan di tahun 2016 yang tak cair, bakal diakomodir dalam P-APBD 2017 ini. "Tapi, kita sesuaikan dengan kekuatan anggaran," pungkasnya. (rof)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia