Kamis, 19 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Gresik
* Uang Rp 150 Juta Amblas

Istri Kades Sidojangkung Dibunuh

Kamis, 10 Aug 2017 08:11 | editor : Aries Wahyudianto

SEMASA HIDUP : Korban Luluk Diana semasa hidup saat berfoto bersama anak yang mengikuti pendidikan bintara Polri.

SEMASA HIDUP : Korban Luluk Diana semasa hidup saat berfoto bersama anak yang mengikuti pendidikan bintara Polri. (YUDHI/RADAR GRESIK)

MENGANTI - Istri Kepala Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Luluk Diana, 38, menjadi korban pembunuhan. Dugaan sementara korban dibunuh untuk menghilangkan jejak perampokan uang Rp 150 juta yang dibawa oleh istri Sugiyanto ini. Dugaan lain, pembunuhan ituy bermotif dendam asmara.

Korban ditemukan tak bernyawa di hutan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Selasa siang. Saat ditemukan, korban berpakaian lengkap. Begitu pula jam tangan, cincin masih dikenakan. Sementara uang Rp 150 juta yang baru diambil dari bank, tidak diketahui rimbanya.

Dalam pemeriksaan, polisi menemukan luka di tengkuk leher. Luka kecil itu diduga peluru yang ditembakkan pistol dari jarak dekat. Namun demikian, polisi tidak berani memastikan apakah korban tewas karena ditembak.

Saat ini polisi masih menyelidiki pembunuhan itu. Petunjuk awal, polisi menelusuri percakapan via whatsapp (WA)antara korban dengan seorang laki-laki. Dalam percakapan itu, korban diancam akan dibunuh.

Sementara itu Sugiyanto, suami korban saat ditemui di rumah duka mengaku, dirinya tidak memiliki firasat apa-apa jika istrinya meninggal dunia. Menurutnya, sekitar pukul 09.00 korban pamit mengambil uang di bank di Surabaya untuk membayar uang muka tanah.

Korban menggunakan mobil Toyota Yaris warna putih nopol L 1193 AQ sendirian. Sebagai pebisnis tanah dan properti, korban memang sudah biasa mengambil uang sendiri. “Biasanya kalau tidak ke Citraland Surabaya ya ke PTC Surabaya ambilnya,” tutur dia.

Sekitar pukul 16.00 dia mendapatkan kabar istrinya ditemukan tewas di Hutan Jetis Mojokerto. Dia sempat tidak percaya saat diberitahu tentang musibah tersebut. Diketahui, korban ditemukan sekitar pukul 14.00 lebih tanpa identitas.

“Baru dapat kabar antara pukul 15.00 lebih dari pihak kepolisian. Saya diajak mengecek langsung ke rumah sakit untuk memastikan,” terang dia.

Setelah dipastikan, mayat tersebut adalah istrinya, Sugiyanto pergi ke RSUD Dr Soetomo. Menjelang tengah malam mayat korban dipulangkan ke rumah duka. Sementara itu, mobil korban ditemukan di Pasar Sapi, Krian sekitar pukul 19.30. “Oleh Polsek dicek lokasi terakhir mobil di Krian. Sampai disana dicari dan ketemu di Pasar Sapi,” imbuhnya.

Dijelaskan, polisi mendapat petunjuk jika pengemudi Yaris milik korban adalah laki-laki. Setelah memarkir mobil, pria yang diduga pelaku pembunuhan naik mobil Avanza atau Innova Hitam. Sugiyanto sendiri mengaku sudha diperiksa dan dimintai keterangan. “Sudah ditanyai sama teman-teman polisi,” ucapnya sambil mengusap air mata yang terus bercucuran dari matanya.

Kapolsek Menganti, AKP Wavek Arifin menyatakan, pihaknya bekerjasama dengan Polres Mojokerto masih melakukan penyelidikan. Namun, secara resmi kasus ini ditangani Satreskrim Polres Mojokerto Kota.

“Lokasinya ada di Mojokerto, jadi yang menangani Polres sana. Kami membantu saja jika diperlukan,” tandasnya.

Mengenai dugaan perampokan, itu sudah menjadi kemungkinan besar. Sebab, uang yang diambil dari bank sejumlah Rp 150 juta hilang. Tapi, untuk kasus itu adalah perampokan murni, masih diselidiki penyidik. “Jam tangan dan kalung masih menempel. Sementara mobil dan ponsel ditemukan di lokasi lain. Untuk uang yang diambil kemungkinan dibawa kabur,” sambung dia.

Mantan Kapolsek Sidayu ini mengungkapkan, korban meninggal dengan luka di kepala. Mengenai penyebab pasti kematian dan luka tersebut masih dipegang oleh dokter dan penyidik yang menangani. “Kami tidak berhak bicara masalah itu. Langsung ke dokternya,” tutup dia. (bro/ris)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia