Selasa, 17 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Donjuan Mumet, Pingin Punya Istri ke-2, Karin Minta Syarat Vasektomi

Selasa, 08 Aug 2017 22:50 | editor : Abdul Rozack

Donjuan Mumet, Pingin Punya Istri ke-2, Karin Minta Syarat Vasektomi

Ancaman Karin, 43, terhadap suaminya sebut Donjuan, 52, yang mau nikah sah lagi cukup menyeramkan. Tidak hanya mengancam meminta seluruh warisan, Karin meminta suaminya melakukan vasektomi sebelum proses akad nikah sah Donjuan, bersama calon istri keduanya sebut, Sephia, 38, digelar. Modyar...!!!

Umi Hany Akasah - Wartawan Radar Surabaya

‘Hidup atau Mati’. Dua kata itu sering jadi ancaman orang supaya keinginannya bisa dikabulkan. Begitu pula yang dilakukan si Karin. Bedanya ancaman Karin kepada suami ada dua pilihan, yaitu, tidak menikah sah atau vasektomi. Menyeramkan! Pilihan itu bagi Donjuan tidak hanya bikin cenat cenut bagian kepala, namun juga di bagian lainnya. 

”Asline aku iki wes nikah siri. Lha istriku kedua ini ngedumel aja minta dinikahi secara sah, maunya aku tinggal begitu saja, tapi ya kasihan juga,” kata Donjuan di sela-sela proses sidang poligami di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, Selasa (8/8).

Pilihan hidupnya saat ini cukup sulit. Seruwet wajahnya yang kusut bak sudah dihajar habis-habisan oleh istri pertamanya. Di sisi lain, ia tidak bisa meninggalkan maupun menceraikan istri pertamanya seenak mungkin. Saat ini, dia masih terbayang bayang sumpah serapah almarhum ibu supaya tidak menceraikan Karin. Yang teringat dalam otak si Donjuan, almarhum ibu menyatakan sumpah, jika ia sampai tinggalkan istri, maka hartanya habis. Yang mengenaskan lagi, nasibnya bakal sengsara seumur hidup, bahkan terkena penyakit menular. 

”Omongan ibu saya itu dulu jeleknya minta ampun. Jadi saya sampai sekarang takut. Padahal, sudah sejak muda saya ingin menikah dua. Biar hidup lebih bewarna. Sekalian juga buat penyemangat cari tambahan uang,” kata pria yang tinggal di kawasan Rungkut itu. Meski hanya dilakukan secara siri, pria yang punya bisnis barang pecah belah serta bahan bangunan itu mengaku sangat bahagia bisa menikah dua.

Istri pertamanya juga dinilai sebagai pembawa rezeki, sedangkan istri keduanya membawa nikmat. ”Bojo loro masih muda, bergairah. Semok lagi. Kalau yang tua sih masih bergairah, perawatan juga ke dokter. Tapi umur tetap tidak bisa dibohongi,” kata Donjuan.  Makanya, ia berharap bisa memiliki dua istri sekaligus dengan sah, tanpa ada pertentangan lagi dari salah satunya. 

”Yang ruwet istri pertama, tidak mau pernikahan dengan istri kedua itu sah. Malah suruh saya vasektomi. Ngeri itu. Soalnya kalau sudah divasektomi kejantanannya hilang. Nanti gimana nasibku?” kata Donjuan dengan tertawa dan tersenyum genit. 

Sementara itu, proses sidang poligami masih berlangsung cukup menegangkan. Prosesnya sudah berjalan hampir empat bulan, namun belum juga mendapatkan keputusan. Si Karin masih bersikukuh untuk menolak pernikahan sah Donjuan dan Sephia. ”Ya enggaklah. Aku tetap harus jadi istri satu satunya. Terserah suami mau kawin siri seribu kali juga enggak masalah. Intinya, dalam berkas negara aku adalah adalah istri sah,” tegas Karin. 

Bagi Karin, tidak enak bila dirinya jika dirinya memiliki pesaing dalam rumah tangga. Ia juga menjaga amanat mertuanya supaya menjadi istri sah satu-satunya dalam hidup Donjuan. ”Sampai mati aku adalah istri sah. Kalau aku meninggal silahkan menikah lagi. No problem,” ungkap ibu dua anak itu. 

Sementara itu, Sephia yang sudah memiliki satu anak hasil pernikahannya dengan Donjuan mengaku ingin menikah secara sah karena permintaan orang tua maupun anaknya. ”Saya enggak minta warisan. Sudah cukup dibelikan rumah dan tanah di desa sama bapak, hanya minta sah saja tapi sulitnya minta ampun dapat izin Mbak Karin,” kata Sephia dengan wajah nelongso.

(sb/han/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia