Selasa, 17 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Events
Tahun Keselamatan untuk Kemanusiaan

Kapolda Jatim Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Senin, 31 Jul 2017 22:54 | editor : Abdul Rozack

GANDENG STAKEHOLDER: Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin (enam dari kiri), bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko (lima dari kiri), Ka-polrestabes Surabaya M Iqbal (dua dari kiri) saat Pencanangan Tahun Keselamatan di Taman Bungkul

GANDENG STAKEHOLDER: Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin (enam dari kiri), bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko (lima dari kiri), Ka-polrestabes Surabaya M Iqbal (dua dari kiri) saat Pencanangan Tahun Keselamatan di Taman Bungkul (ISTIMEWA)

SURABAYA-Pemerintah mencanangan 2017 tahun keselamatan dan 2018 tahun kemanusiaan. Artinya, menekan angka pelanggaran di jalan raya dengan meniadakan angka kecelakaan. Pencanangan ini dilakukan secara nasional. Di Jawa Timur dilakukan di Taman Bungkul, Jalan Raya Darmo, Surabaya, Minggu (30/7), dihadiri sejumlah pejabat, seperti Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Kuswanto Widoatmono, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal, dari Jasa Raharja dan dari Dishub Pemprov Jatim. 

Dasar pencanangan adalah masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang berimbas tingginya angka kematian di jalan raya akibat kecelakaan.

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan, angka  kecelakaan lalu lintas masih tinggi di Jatim. Kecelakaan itu disebabkan oleh kurang sadarnya masyarakat terhadap tata tertib berlalu lintas. Dan masih banyaknya pelanggaran oleh para pengguna jalan raya yang berakibat kecelakaan lalu lintas. 

MERIAH: Suguhan tari tradisional remo pada acara Pencanangan Tahun Keselamatan di Taman Bungkul, Minggu (30/7).

MERIAH: Suguhan tari tradisional remo pada acara Pencanangan Tahun Keselamatan di Taman Bungkul, Minggu (30/7). (ISTIMEWA)

"Sesuai tema, mari kita “Stop Pelanggaran Stop Kecelakaan” dan Keselamatan untuk Kemanusiaan," ujar kapolda. 

Diungkapkan kapolda pada tahun 2015 angka kematian akibat kecelakaan di Jatim sekitar 5.000 jiwa,  tahun 2016 mengalami kenaikan 5.300 jiwa. Sampai akhir Juli saja, angka kematian di jalan raya di Jatim saja mencapai 3.000 korban jiwa. 

Untuk itu dia juga mengimbau para orang tua supaya tidak memberikan sepeda motor kepada anak-anak yang belum cukup umur dan belum layak berkendara. 

"Polisi selama ini sudah turun ke masyarakat, ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi ke masyarakat dan siswa. Namun semua itu harus didukung semua pihak, mulai kesadaran siswa, warga dan para orang tua, guru. Dengan satu misi, menyelamatkan mereka dari kecelakaan di jalan raya," jelas Machfud.

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia