Rabu, 18 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Politik

Gaet Banyak Partai, Gerindra Bentuk Koalisi Besar Tandingi Gus Ipul

Sabtu, 29 Jul 2017 09:00 | editor : Abdul Rozack

JANGAN TUNGGAL: Posisi Saifullah Yusuf alias Gus Ipul sebagai calon tunggal yang diusung partai-partai besar akan dicarikan lawan sepadan.

JANGAN TUNGGAL: Posisi Saifullah Yusuf alias Gus Ipul sebagai calon tunggal yang diusung partai-partai besar akan dicarikan lawan sepadan. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Dinamika Pilgub Jatim 2018 terus menghangat, meski baru setahun lagi digelar. Terbaru, Partai Gerindra siap menggalang koalisi partai menengah untuk menyiapkan calon yang sepadan dan siap menjadi tandingan calon gubernur (cagub) favorit, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, yang kini menjabat wakil gubernur (wagub) Jatim. 

Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad mengatakan bahwa pihaknya siap menjalin koalisi dengan partai lain untuk mengusung calon. Bahkan, Gerindra juga siap menjadi pemimpin koalisi. Hal tersebut sesuai hasil komunikasi secara intensif yang dilakukan oleh elit partai di Jatim. 

"Kami sudah berkomunikasi dengan Golkar, PAN, PKS dan Nasdem. Di antaranya juga telah menawarkan wakil. Seperti PAN yang menyodorkan nama Pak Masfuk (Ketua DPW PAN Jatim M Masfuk, Red). Kemudian Nasdem ada pak Hasan (Hasan Aminuddin) dan Rendra (Rendra Kresna)," ujar Sadad, Jumat (28/7). 

Namun untuk nama sosok yang layak dicalonkan menuju Grahadi-1, politisi yang juga anggota DPRD Jatim tersebut mengaku belum ada putusan atau kesepakatan. “Masih perlu duduk bersama untuk merembukkan hal itu. Nanti kita putuskan bersama dengan partai lain," jelasnya. 

Dia menyebut secara itung-itungan kasar, bergabungnya lima partai tersebut bakal membentuk koalisi besar yang akan mampu menandingi kekuatan partai-partai besar seperti PDIP dan PKB. Sebab kalau digabung, lima partai itu total memiliki 41 kursi. Sedangkan PDIP memiliki 19 kursi dan PKB 20 kursi. 

Jumlah 41 kursi itu terinci milik Gerindra 13 kursi, Golkar 11 kursi, PAN 7 kursi, PKS 6 kursi, dan Nasdem 6 kursi. Jumlah ini lebih dari cukup untuk mengusung pasangan calon yang akan maju di pilgub Jatim 2018. 

Karena berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) nomor 6 tahun 2016 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota, syarat pertama bagi partai yang ingin mengusung calon sendiri adalah memiliki 20 kursi atau gabungan partai. 

Sebagai pemilik kursi terbanyak, lantas siapa yang jadi gambaran partai berlambang kepala Burung Garuda itu. Sadad menjawab, pihaknya akan mencari lawan yang pas bagi Gus Ipul. "Kami tidak mau di pilgub Jatim nanti ada calon tunggal. Artinya, kami bakal menyiapkan kandidat lain yang bisa mengalahkan Gus Ipul," ungkapnya. 

Namun, dia memastikan bahwa nama tersebut tidak akan terlalu jauh dari lingkungan Nahdatul Ulama (NU). Hingga saat ini, Sadad mengaku pihaknya masih menggodok beberapa nama berdasarkan hasil survei yang dilakukan untuk dikerucutkan sebagai pasangan calon.

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia