Rabu, 18 Oct 2017
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Pernah Diminta Pulang ke Bawean

Rabu, 26 Jul 2017 17:32 | editor : Aries Wahyudianto

Noh Alam Shah

Noh Alam Shah (Dok/Radar Gresik)

Mungkin anda masih mengingat striker asal Singapura, Noh Alam Shah. Pemain bola yang pernah mengantarkan Arema Indonesia juara kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010, ternyata berdarah Bawean.  “Ibuku berasal dari Bawean. Keluargaku kalau kumpul juga masih menggunakan bahasa Bawean. Aku bisa sedikit, tidak banyak,” katanya.

Alam Shah lantas menunjukkan kebolehannya berbicara dengan logat Bawean yang ternyata masih cukup lancar. Along begitu disapa pernah dipaksa pamannya ke Bawean, Jawa Timur, mengurus ternak sapi dan sawah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tapi ditolaknya.  "Saya hanya tertawa mendengarkan tawaran itu,” katanya.

Diakuinya dia anak desa, tapi tak mengerti soal peternakan dan persawahan. Yang ada di benaknya hanyalah mencari nafkah dari kegiatan olahraga. “Dari situlah saya melihat peluangnya ada disepak bola," ujar 

Along memang telah memutuskan untuk pensiun jadi pemain sepakbola pada 2015 lalu, akan tetapi pasca gantung sepatu Along tidak lagi berkecimpung di dunia sepakbola , ia malah memilih bekerja di perusahaan rental mobil.

Sebelum persiun Along tercatat terakhir bermain untuk salah satu klub Liga Singapura, Tampines Rovers. Akan tetapi minimnya waktu bermain dan sering duduk di bangku cadangan membuat pemain yang masih berusia 36 tahun itu memutuskan untuk pensiun dini.

Sebelum menjalani profesi barunya bekerja diperusahaan rental mobil, Alam Shah pernah menjadi sopir taksi di Singapura. Alasan dia memilih profesi tersbeut lantaran kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi berkarir di bidang sepakbola.

“Semua tahu sejak kecil saya memiliki mimpi besar untuk sekses menjadi pesepakbola yang sukses, saya pun mencapai itu semua,” Kata Alam Shah. (bst/rtn)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia