Senin, 20 Nov 2017
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

CJH Dibatasi Bawa Rokok Dua Slop

Selasa, 25 Jul 2017 08:25 | editor : Abdul Rozack

FOGGING: Petugas dari KKP Kelas I Surabaya melakukan fogging (pengasapan) di salah satu ruang Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Senin (24/7).

FOGGING: Petugas dari KKP Kelas I Surabaya melakukan fogging (pengasapan) di salah satu ruang Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Senin (24/7). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Setiap pelaksanaan ibadah haji, selalu saja ada cerita seru dan unik tentang barang-barang bawaan calon jamaah haji (CJH), termasuk dari embarkasi Surabaya. Misalnya, cobek, wajan, panci, dan perkakas dapur lainnya. 

Dalih mereka agar bisa masak sewaktu-waktu. Bahkan ada CJH yang membawa bumbu masakan seperti bumbu pecel dan rendang agar bisa makan sesuai selera lidah dan praktis.

Menanggapi kemungkinan hal itu terulang, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Kasi PHU) Kemenag Surabaya, Farmadi Hasyim memberikan imbauan. "Tidak dipungkiri sebagian CJH masih akan bawa. Kami imbau sebaiknya tak perlu, membawa barang yang tidak penting karena niat hanya untuk ibadah," ujarnya saat dihubungi Radar Surabaya.

Farmadi sapaan akrabnya menuturkan bahwa PPIH bisa memahami psikologis CJH. Namun apa pun makanan jika dibawa keluar negeri harus aman dan dijamin tak ada bakteri. Sebab bisa mengganggu kesehatan CJH.

Selain itu, CJH tak perlu khawatir kalau di Tanah Suci tidak bisa makan karena bukan menu kampung. Katering dan makanan untuk CJH di pemondokan atau penginapan di Makkah adalah makanan Jawa.

Setelah digelar rapat koordinasi (rakor) Farmadi menginformasikan, saat di Makkah CJH hanya berhak atas makan siang dan makan malam. Yang sulit dihindari justru akan banyak CJH yang membawa rokok melebihi ketentuan. Tren ini selalu tak bergeser. CJH menumpuk rokok untuk dibawa ke Makkah.

Ada yang berdalih untuk konsumsi sendiri. Namun alasan ini tidak masuk akal. Tetapi sebenarnya menurut Farmadi bahwa tak ada batasan karena rokok telah dikenakan cukai. Namun demi kenyamanan, panitia haji berhak membatasinya. "Segala bawaan yang mengganggu dan mengancam keselamatan penerbangan tidak boleh," tegasnya.

Farmadi menuturkan bahwa panitia memberi batasan bagi CJH dalam membawa rokok. Maklum, rokok bagi CJH Embarkasi Surabaya seperti makanan pokok. "Sesuai ketentuan, rokok yang boleh dibawa sebanyak 200 batang. Atau maksimal hanya boleh membawa dua slop rokok," katanya.

Jumlah itu dinilai wajar karena cukup untuk dikonsumsi sendiri saat di Tanah Suci. Jika melebihi jumlah itu artinya ada kepentingan lain. Biasanya selain pesanan juga dijual kembali. Rokok di sana mahal. Harganya bisa tiga sampai empat kali lipat harga di Indonesia.

Sesuai aturan penerbangan bahwa batas barang bawaan koper besar penumpang termasuk untuk jamaah haji maksimal 32 kg. Tas tenteng atau cangklong jemaah hanya 7 kg. Selain itu, tak boleh membawa koper selain koper yang diberikan Saudi Airlines. 

Karena semua CJH akan diterbangkan oleh Saudi Arabia Airlines. Sebelumnya juga dilayani Garuda. Namun bagi jamaah yang ingin membawa cukur kumis atau pemotong kuku tidak dilarang. Asal gunting dan benda logam itu tidak dibawa di tas tenteng."Dimasukkan tas koper saja. Itu tidak dilarang. Sebab repot sendiri kalau tak membawa alat cukur kumis di Makkah," pungkasnya. 

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia