Rabu, 20 Sep 2017
radarsurabaya
Hukum & Kriminal

Reskrim Polrestabes Surabaya Rampungkan 1.655 Kasus

Senin, 17 Jul 2017 22:25 | editor : Abdul Rozack

PANEN TANGKAPAN: Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga (depan kiri) bertanya kepada empat dari tujuh pelaku curanmor terlatih. Kejahatan jalanan menjadi atensi Satreskrim Polrestabes Surabaya lantaran jumlahnya mendominasi.

PANEN TANGKAPAN: Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga (depan kiri) bertanya kepada empat dari tujuh pelaku curanmor terlatih. Kejahatan jalanan menjadi atensi Satreskrim Polrestabes Surabaya lantaran jumlahnya mendominasi. (Dokumen Radar Surabaya)

SURABAYA-Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Shinto Silitonga resmi meninggalkan jabatanya sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya. Dalam satu periode menjabat, pimpinan Tim Anti Bandit (TAB) ini sudah mengungkap 1.655 kasus, yang terdiri dari curat, curas dan curanmor, penipuan, pembunuhan, hingga pengungkapan makanan-minuman ilegal.

Berdasarkan data analisa dan evaluasi (anev), dalam setahun terdapat 1.795 laporan yang masuk. Dalam rentang waktu tersebut, Satreskrim Polrestabes berhasil menyelesaikan 1.655 atau 92,2 persen. Dari jumlah kasus tersebut kejahatan jalanan mendominasi angka tertingi yakni sekitar 690 kasus, dan sisanya kasus pembunuhan. 

Sedangkan kasus penipuan dan penggelapan 522 kasus berhasil diungkap, yang didalamnya terdapat indikasi dugaan korupsi. Sedangkan perjudian dan penyalahgunaan makanan mencapai 215 kasus. Disusul kasus pencabulan, trafficking serta KDRT dalam setahun unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) menggungkap 209 kasus.  

Di tahun 2017 ini, TAB berhasil mengungkap 327 kasus. Dari total tersebut, TAB mengamankan 187 tersangka, yang terdiri dari 177 laki-laki dan 10 perempuan. Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan 11 unit mobil, 122 motor, 37 HP,13 sajam, amunisi 66 buah, serta 27 kunci L modifikasi.

“Kasus 3C paling banyak terjadi, dan ini harus menjadi  atensi teman-teman TAB,” ungkapnya di sela-sela pisah-sambut kasatreskrim, Senin (17/7). Meski cukup banyak mengungkap kasus, dia mengaku belum puas dengan capaian itu. Menurutnya masih banyak kasus yang luput dari pantauan. 

Dalam kesempatan yang sama, Kapolrestabes Surabaya, Komisaris Besar Polisi (kombespol) M.Iqbal menilai kejahatan jalanan tidak bisa ditolerir. Sebab kejahatan jalanan kerap menyebabkan kerugian materil, dan pelaku juga tidak segan-segan melukai korbannya jika melawan. (yua/rif)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia