Minggu, 24 Sep 2017
radarsurabaya
Surabaya
Dolly Saiki Fest 2017

Berkembang Pesat, Dolly Kini Banyak Diapreasiasi

Senin, 17 Jul 2017 16:30 | editor : Abdul Rozack

SIAP MAJU: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) mengibaskan bendera menandai dimulainya Mlaku Bareng Nang Dolly Saiki 2017 di Dolly, Minggu (16/7).

SIAP MAJU: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) mengibaskan bendera menandai dimulainya Mlaku Bareng Nang Dolly Saiki 2017 di Dolly, Minggu (16/7). (BAGUS PUTRA PAMUNGKAS / RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Acara Dolly Saiki Fest 2017 mencapai puncaknya. Minggu (16/7), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberangkatkan jalan sehat bertajuk Mlaku Bareng Nang Dolly Saiki 2017. Sebelum memberangkatkan, Risma menyampaikan bahwa Dolly Saiki Fest 2017 mendapat banyak apresiasi. 

"Saya dapat apresiasi dari berbagai kalangan. Baik dari tingkat nasional maupun internasional," ujarnya. 

Menurutnya, program tersebut mampu menghidupkan kembali kawasan Dolly. Risma menjelaskan, melalui program ini warga Dolly mendapatkan akses di semua lini, seperti akses pengembangan ekonomi yang dipermudah. Seperti diketahui, saat ini pemkot memang getol mendukung wirausahawan yang berdiri di kawasan eks lokalisasi itu.

Bahkan, dalam Dolly Saiki Fest warga juga bisa menyalurkan kritik dan saran bagi pemkot. “Warga diuntungkan dengan akses ini. Mereka bisa langsung mengkritisi pemkot. Makanya manfaatkan kedekatan ini untuk mengusulkan apa-apa yang mungkin kurang tersentuh untuk di perbaiki,” lanjut Risma.

Risma pun meminta agar warga tak ragu memberikan kritik. Wanita berhijab ini bahkan berjanji tak akan marah dengan kritikan dari warga. "Kritikan ini akan kita tangkap sebagai modal untuk memajukan warga Dolly. Karena itu saya sangat berharap mendapatkan masukan yang riil dari warga," ungkapnya.

Risma menuturkan, dari masukan tersebut ada hal yang menjadi fokus pemkot. Salah satunya adalah mengembangkan pendidikan layak bagi anak di kawasan Dolly. Sehingga anak asli Dolly bisa bersaing dengan warga dari luar Surabaya.

“Anak-anak ini generasi penerus bangsa. Mereka harus bisa menjadi pemenang, bukan hanya menjadi penonton di kotanya sendiri,” katanya. 

Menurutnya, jika ke depan anak-anak Dolly tidak bisa bersaing, ia mengaku siap disalahkan atas kejadian tersebut. Risma juga menyampaikan tidak bisa berbuat banyak setelah kewenangan pengelolaan SMA/SMK dikelola Pemprov Jatim. Padahal, sebelumnya ketika dikelola oleh pemkot banyak anak-anak yang dibantu dan dimasukkan ke sekolah-sekolah negeri. “Tapi kita tetap berjuang. Kita buat Surabaya kembali tenar di dunia,” pungkasnya. (gus/nur)

(sb/gus/jek/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia