Kamis, 21 Sep 2017
radarsurabaya
Hukum & Kriminal

Jadi Kurir SS, Oknum Sipir Lapas Porong Didor

Transaksi SS di Depan RSUD Sidoarjo

Minggu, 16 Jul 2017 22:58 | editor : Wijayanto

TERKAPAR: AR sempat mendapatkan perawatan medis usai ditembak kakinya karena berusaha kabur saat hendak ditangkap petugas BNNP Jatim.

TERKAPAR: AR sempat mendapatkan perawatan medis usai ditembak kakinya karena berusaha kabur saat hendak ditangkap petugas BNNP Jatim. (istimewa)

SURABAYA – Bukti bahwa lembaga pemasyarakatan (lapas) justru menjadi tempat yang aman untuk mengembangkan bisnis narkoba tampaknya bukan isapan jempol. Badan Narkotika Nasional Provinisi (BNNP) Jawa Timur kembali menangkap seorang oknum sipir Lapas Klas I Surabaya di Porong, Sidoarjo. Oknum sipir berisial AR itu ditangkap lantaran nekat mengantarkan sabu-sabu dari narapidana (napi) di Lapas Porong bernama Andro.

Kepala Bidang Berantas Narkoba BNNP Jatim, AKBP Wisnu Candra mengatakan bahwa pihaknya sudah lama mengincar pelaku. Sebab, pelaku diduga kerap menerima orderan untuk transaksi narkoba dari napi yang ada di Lapas Porong, tempatnya bekerja.

"Pelaku ini kerap mengedarkan sabu-sabu di dalam lapas. Jadi, kami menangkap lebih dulu oknum sipir tersebut usai bertransaksi di depan RSUD Sidoarjo," ucap Wisnu, Minggu (16/7).

Dia mengatakan bahwa saat hendak ditangkap, pelaku sempat kabur meski sudah diberikan tembakan peringatan. Hal ini yang membuat petugas BNNP langsung mengarahkan moncong senapan apinya ke kaki kiri pelaku hingga jatuh tersungkur.

"Saat itu juga, pelaku berhasil kami ringkus bersama barang bukti yang dibawanya berupa satu bungkus sabu-sabu seberat 20 gram. Pelaku mengaku jika dia disuruh oleh Andro yang merupakan napi di Lapas Porong," terang Wisnu.

Lebih jauh, perwira dengan pangkat dua melati di pundak ini mengatakan bahwa dari setiap transaksi narkoba yang diperantarainya, pelaku kerap mendapatkan imbalan yang lumayan antara Rp 1 juta hingga Rp 3 juta. "Dari keterangan pelaku, dia baru melakoni peran sebagai kurir sabu ini sekitar enam bulan," kata Wisnu.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap pelaku, Wisnu mengatakan bahwa peran AR sangat penting. Pelaku yang mengatur dan memasukkan sabu-sabu dari luar untuk ke dalam Lapas Porong. "Semua itu, pelaku yang melakukannya sendiri. Kami terus melakukan pengintaian gerak-gerik pelaku," bebernya.

Penggerebekan terhadap pelaku AR dilakukan pada Sabtu (15/7) malam sekitar pukul 23.00. Saat itu, pelaku mendapatkan tugas piket untuk menjaga narapidana yang tengah dirawat di RSUD Sidoarjo. Dari sana, pelaku mendapatkan perintah dari Andro, napi di Lapas Porong, untuk mengambil sabu-sabu pesanannya yang dibawa seseorang di depan RSUD Sidoarjo.

Saat itu juga, pelaku menemui orang suruhan Andro untuk mengambil sabu-sabu titipan tersebut. Namun saat hendak pergi sambil membawa narkoba yang ditenteng dalam tas kresek warna hitam, pelaku langsung disergap oleh petugas BNNP Jatim yang mengintai gerak-geriknya.

Melihat ada petugas yang hendak menangkapnya, pelaku berusaha kabur. Tak ingin kehilangan buruan, petugas pun memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali ke udara. Namun, pelaku tidak menggubris.

Petugas pun langsung membidikkan senpinya dan tepat mengenai kaki kiri pelaku hingga tak bisa kabur lagi. Dari tangan pelaku, petugas BNNP Jatim mendapatkan barang bukti narkoba jenis sabu yang dibungkus dalam klip plastik dalam tas kresek dengan berat 20 gram.

Saat itu juga pelaku langsung digelandang ke kantor BNNP Jatim dan sempat mendapatkan perawatan. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 112 dan pasal 114 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancaman hukumannya maksimal hingga 20 tahun kurungan penjara," beber Wisnu.

(sb/sar/jay/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia