Rabu, 20 Sep 2017
radarsurabaya
Hukum & Kriminal

Curhat di Media Sosial yang Sering Kebablasan

Sabtu, 15 Jul 2017 19:09 | editor : Abdul Rozack

Pengasuh rubrik Bincang Hukum yang saya hormati. Banyak status di media sosial yang mengungkapkan isi hati pemiliknya terhadap sesuatu hal ataupun terhadap orang lain. Bahkan ada juga status yang saling adu argumentasi agama. Semua status tersebut kadang mengabaikan etika dan mengumbar emosi. Apakah perbuatan tersebut melanggar UU ITE? Terima kasih atas penjelasannya. 

Imron Syahadat, Gresik

Jawaban:

Tidak bisa dipungkiri dalam dunia maya (internet) jika media sosial saat ini menjadi ajang curhat yang kadang sering kebablasan. Status mereka sering dijadikan tempat untuk mencurahkan segala isi hati. Mulai dari rasa kesal, sedih, gembira, cinta, benci dan sebagainya. Mereka tidak sadar, yang mereka tulis di media sosial itu akan dikonsumsi banyak orang. Bahkan banyak kasus cyber bullying yang saat ini muncul di media sosial.

Yang diaksud cyber bullying yaitu perbuatan di mana pelaku bertindak di luar batas kepada orang lain dengan cara mengirim atau memposting materi yang dapat merusak citra seseorang. Dengan memanfaatkan internet atau teknologi digital lainnya sebagai medianya, untuk pencemaran atau penghinaan. Medianya bisa beruba short message service (SMS), elekronik mailing (email), status di Facebook, Twitter, Instagram (IT), WhatsApp (WA), chat room dan lain sebagainya.

Cyber bullying diatur di Undang-Undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Perbuatan yang dilarang terdapat pada Pasal 27 ayat (3). "Setiap orang dengan sengaja atau tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA)."

Sanksi dari pelanggaran pasal-pasal tersebut diatur dalam Pasal 45 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3), yang intinya pelanggaran Pasal 27 ayat (3) dan ayat (4) serta Pasal 28 ayat (2) ini adalah pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah). Selama status yang dituliskan tidak mengandung cyber bullying dan atau pengancaman dan atau provokasi terhadap suku, agama tertentu dengan maksud menghasut masyarakat untuk membenci atau melakukan anarki terhadapap kelompok tertentu, maka status tersebut tidak melanggar UU ITE.

Demikian jawaban kami. (*)

Pembaca yang berminat bertanya seputar hukum dan aplikasinya dapat berkirim surat ke alamat Redaksi Radar Surabaya, Jalan Kembang Jepun 167-169. Surat bisa juga dikirim melalui e-mail [email protected]

Penanya tidak akan dikenai biaya.

(sb/sa/jek/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia