Kamis, 21 Sep 2017
radarsurabaya
Gresik

Arus Pendek, Rumah di KBD Ludes Terbakar

Sabtu, 15 Jul 2017 17:06 | editor : Abdul Rozack

PADAM : Polisi memeriksa rumah milik Samsul Hadi di Komplek Perum Kota Baru Driyorejo yang terbakar, Jumat pagi.

PADAM : Polisi memeriksa rumah milik Samsul Hadi di Komplek Perum Kota Baru Driyorejo yang terbakar, Jumat pagi. (YUDHI/RADAR GRESIK)

DRIYOREJO - Rumah milik Samsul Hadi, 45, di Komplek Perum Kota Baru Driyorejo, ludes dilalap api. Api yang membakar bangunan di Jalan Pancawarna Gang 9 Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo itu diduga berasal dari hubungan arus pendek.

Dari keterangan beberapa warga, kejadian bermula saat korban sedang bersantai tiba-tiba mencium mencium sesuatu terbakar. Tak lama kemudian muncul kepulan asap dari ruang tengah rumah korban. Sontak, hal itu membuat korban langsung lari dan  mengecek ke ruang televisi itu. Dugaannya benar, ada api yang sudah membakat televisi dan kasur di dekatnya.

Api kemudian merembet ke dinding dan menyambar atap rumah korban. Korban mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. Namun bukannya padam, api malah merembet ke rumah Hariyanto, tetangga korban. Kamar mandi dan kamar tidur rumah sebelah kanan korban itu terbakar. “Setelah itu langsung semua orang ikut bantu. Ada yang hubungi polisi, pemadam dan juga bantu padamkan,” ungkap Syaifudin.

Baru, sekitar setengah jam kemudian, api telah menghabiskan seisi rumah. Petugas pemadam kebakaran yang datang langsung mengguyurkan air. Dengan dibantu warga sekitar akhirnya si jago merah dapat dikendalikan. Di lokasi, ada tiga mobil pemadam kebakaran yang datang. Dua mobil milik Pemkab Gresik dan satu lagi mobil pemadam dari Kota Surabaya datang di lokasi.

Kanit Reskrim Polsek Driyorejo, Iptu Sugeng menyatakan, kebakaran hanya menghabiskan material saja. Tidak ada korban luka atau korban jiwa. Meskipun begitu, kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta lebih. Karena banyak barang berharga dalam rumah yang ikut hangus. “Ini untuk keseluruhan dari dua rumah. Satu rumah yang parah, satunya lagi kena atapnya,” tandasnya.

Dia juga menyebutkan, usai kebakaran selesai, sempat dipasang garis polisi. Dilakukan pemeriksaan sementara dan akan kordinasi dengan Laboratorium Forensik. Dugaan sementara memang konsleting listrik dari televisi. “Masih kami lakukan pemeriksaan di lokasi dan juga para saksi. Termasuk korban dan juga tetangganya,” pungkasnya. (bro/ris)

(sb/ris/jek/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia