Minggu, 24 Sep 2017
radarsurabaya
Surabaya

Limbah B3 Impor Asal Korsel Racuni Penghuni Rusun Romokalisari

360 Warga Diungsikan, 10 Masuk RS

Sabtu, 15 Jul 2017 05:00 | editor : Abdul Rozack

PEMBUANG LIMBAH: Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga (dua dari kiri), menunjukkan seorang tersangka kasus pembuangan limbah B3 ke saluran air Romokalisari, Surabaya, di Depo PT Indra Jaya Swastika, Jalan Kalianak, Jumat (14/7).

PEMBUANG LIMBAH: Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga (dua dari kiri), menunjukkan seorang tersangka kasus pembuangan limbah B3 ke saluran air Romokalisari, Surabaya, di Depo PT Indra Jaya Swastika, Jalan Kalianak, Jumat (14/7). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

KEKHIDMATAN kegiatan Yasinan yang digelar di Rusun Romokalisari tiap Kamis malam Jumat mendadak berhenti. Kegiatan rutinan warga itu berhenti setelah mereka mencium bau menyengat seperti elpiji ngebros yang membuat warga panik dan bersama-sama mencari sumber bau menyengat itu. 

Namun sebelum menemukan sumber bau tersebut, ratusan warga khususnya kaum wanita dan anak-anak mengeluh pusing dan mual-mual hingga jatuh pingsan. Setelah diselidiki, ternyata bau tidak sedap itu berasal dari limbah kimia cair B3 yang dibuang di jembatan, sekitar 500 meter dari lokasi pintu masuk rusun. 

Menurut Arip, 31, penghuni Rusun Romokalisari, bau tak sedap itu mulai muncul sekitar pukul 18.00. Saat itu, dia bersama warga lain sedang menggelar Yasinan. Tapi sebelum acara usai, tiba-tiba ada jamaah yang nyeletuk lantaran menghirup aroma tak sedap seperti bau elpiji ngebros. 

Celetukan tersebut ditanggapi oleh jamaah lain yang membenarkan bau tersebut. Bahkan makin lama, baunya kian tercium kuat. Arip dan warga lain akhirnya menghentikan Yasinan dan mencari sumber bau. Sebab, mereka khawatir ada elpiji bocor yang bisa mengakibatkan kebakaran di rusun. 

“Kami berkeliling ke sekitar rusun mencari sumber bau. Kami juga minta ibu-ibu mengecek elpiji di dapurnya masing-masing," terang penghuni rusun blok A ini. Tapi sebelum berhasil menemukan sumber bau, sudah banyak wanita dan anak-anak yang bertumbangan. Mereka merasakan pusing, mual dan muntah-muntah. Bahkan, ada yang sampai pingsan. 

Melihat hal itu, warga mulai panik. "Kami akhirnya mengetahui asal bau tersebut setelah warga yang ada di sekitar jembatan menemukan sebuah truk yang kedapatan membuang limbah cair,” katanya. Warga pun menghentikan aksi truk warna putih itu dan mengamankan sopir dan dua orang pemiliknya. 

Sementara itu, warga rusun mulai panik karena banyak yang tidak tahan dengan bau menyengat itu. Mereka banyak yang mual dan pusing. Satu per satu penghuni rusun mulai meninggalkan bloknya sambil membawa anak dan istri mengendarai sepeda motor. 

Warga lantas melaporkan kejadian ini ke linmas dan Polsek Benowo. Tak menunggu lama, beberapa mobil ambulans berdatangan dan mengevakuasi warga yang terdampak ke Masjid Al Ghorib di Jalan Tambak Osowilangon. "Istri dan anak juga saya ungsikan ke masjid. Karena, saya khawatir mereka terkena dampak juga," terang bapak satu anak ini. 

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia