Rabu, 25 Apr 2018
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Mahasiswa UNS Sulap Arang Bambu Jadi Produk Skin Care Alami

Senin, 16 Apr 2018 15:30 | editor : Fery Ardy Susanto

Desta Karinda Setyarini menunjukkan ramuan produk kecantikan alami buatannya.

Desta Karinda Setyarini menunjukkan ramuan produk kecantikan alami buatannya. (SEPTINA FADIA PUTRI/RADAR SOLO)

SOLO - Jerawat yang tumbuh merata di wajah menjadikan dara berhijab bernama Desta Karinda Setyarini berupaya mencari obat yang mujarab. Ia lantas mencoba berbagai bahan-bahan alami yang ada di dapur rumah. Hasilnya pun ternyata manjur.

Pengakuan itu disampaikan salah seorang peserta Program Mahasiswa Wirausaha Pusat Pengembangan Kewirausahaan Universitas Sebelas Maret (PMW PPKwu UNS) kepada Jawa Pos Radar Solo, belum lama ini di rumah tinggalnya di Jebres.

“Arang bambu yang dicampur gelatin dapat membersihkan komedo dan dapat menyerap minyak di wajah. Selain itu juga dapat digunakan untuk teeth whitening,” bebernya.

Desta mengungkapkan, bisnis ini digelutinya sejak 2016. Ia mendapatkan modal dari PMW sebesar Rp 8 juta. Inovasi terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan perempuan yang selalu ingin merawat kulitnya. Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional FISIP UNS Solo ini memasarkan produknya via online. Saat ini ia mampu mencapai omzet sebanyak Rp 30-40 juta per bulan.

“Dari PMW ini benar-benar membuka mata, bahwa inovasi produk itu sangat penting. Kami selalu berupaya memperluas pasar. Kucuran dana PMW kami gunakan untuk inovasi produk. Akhirnya ada empat produk baru yang kami hasilkan,” katanya.

Desta mengaku produknya belum memiliki izin BPOM. Sebab, beberapa syarat belum bisa dipenuhi. Termasuk sertifikat halal juga belum diperolehnya. Meski demikian Desta menjamin produknya halal.

“Karena minyak yang digunakan berbahan alami,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Program pelaksana PMW PPKwu LPPM UNS, Eddy Triharyanto mengatakan, proposal  PMW yang masuk pada 2017 sebanyak 450. Namun sesuai kuota dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) hanya 80 proposal yang diterima dan dibiayai.

“Mahasiswa yang lolos seleksi selain dapat bantuan modal sebesar Rp 7-8 juta, juga mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari PPKWu,” tandasnya.

(rs/aya/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia