Selasa, 24 Apr 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Kebangetan, Kios Pasar Klewer Dijual Rp 2,25 M

Senin, 16 Apr 2018 12:22 | editor : Fery Ardy Susanto

Kios di Pasar Klewer dijual dan ditawarkan di situs jual beli online.

Kios di Pasar Klewer dijual dan ditawarkan di situs jual beli online. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Isu jual beli kios di Pasar Klewer ternyata bukan isapan jempol belaka. Buktinya, ada kios yang terang-terangan dijual lewat situs jual beli online olx.com. Harganya pun sangat fantastis. Untuk kios ukuran 4 X 7 meter ditawarkan Rp 2,25 miliar.

Penawaran tersebut diunggah di oxl.com pada 8 April lalu. Pemasang iklan atas nama Uyik Widodo. Hingga tadi malam, iklan tersebut masih terpasang. Di situ tertulis “jual murah kios di Pasar Klewer Solo, los depan pinggir jalan”. Luas tanah dan bangunan disebutkan 28 meter persegi. Sertifikat tertulis PPJB (perjanjian pengikatan jual beli), girik, adat dan lainnya. Kios tersebut sampai saat ini masih dikontrak sampai Juni.

Situs jual beli online yang menawarkan kios Pasar Klewer.

Situs jual beli online yang menawarkan kios Pasar Klewer.

Koran ini mencoba mengontak nama dan nomor yang tertera dalam iklan tersebut atas nama Uyik Widodo di nomor 08122623xxxx. Di seberang telepon terdengar suara seorang pria mengaku bernama Uyik.

Ketika ditanya soal letak kios yang dijual tersebut, Uyik mengatakan, kios berada di lantai dua blok E atau di bagian depan jalan masuk utama Pasar Klewer. Dia juga membenarkan kalau kios tersebut saat ini sedang disewa hingga Juni mendatang.

“Sudah ada yang menawar Rp 2 miliar, tapi belum saya lepas. Silakan kalau mau lihat langsung cek ke sana. Kalau nanti deal, pembeli akan mendapatkan hak mengelola kios selamanya,” ujar Uyik yang saat ditelepon mengaku sedang berada di Jakarta.

Ketika ditanya apa ada kios lain di bagian yang dijual, Uyik mengaku ada. Tapi saat ini masih dikontrak sampai 2 tahun ke depan. Harga jual kios di blok A itu lebih murah di banding kios depan yang ditawarkan tadi. Dia menawarkan Rp 750 juta.

Koran ini kemarin menelusuri kios yang dimaksud Uyik. Kios tersebut memang saat ini sedang disewa  untuk toko kebaya. Lokasinya di lantai dua blok E. Penyewa kios kepada koran ini mengaku menyewa kios tersebut kepada seseorang yang berada di Jakarta.

“Saya sewa setahun Rp 70 juta. Sudah dua tahun ini berjalan. Sekarang mau memperpanjang masih gojak-gajek sih. Terlalu mahal, nggak masuk,” kata perempuan paro baya yang tidak mau disebut namanya. 

Menurut dia, harga Rp 70 juta setahun itu dianggap terlalu tinggi. Dia menaksir harga sewa standar untuk satu kios di deretan tersebut sekitar Rp 50-55 juta. Dia mengaku tertipu saat mendapatkan harga Rp 70 juta dua tahun silam.

“Ternyata Rp 70 juta itu ketinggian. Yang lain sewa paling 50 saja. Kalau segitu saya masih bisa masuk,” ungkapnya.

Saat dimintai tanggapan soal kabar yang beredar bahwa kios yang dia sewa ditawarkan di sebuah situs jual beli, dia tidak tahu. Namun belum lama ini memang sang pemilik menghubunginya untuk meminta kepastian apakah sewa kios akan dilanjutkan atau tidak.

“Saya juga ditawari untuk membeli kiosnya, tapi saya mikir-mikir. Ramai sih, tapi gimana ya,” ujar dia tanpa menyebutkan nominalnya.

Dikonfirmasi mengenai jual beli kios tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Surakarta, Subagyo kembali menegaskan jika surat hak penempatan (SHP) tidak diperkenankan untuk dijual atau disewakan. Jika terbukti, pemkot akan mencabut SHP tersebut.

“Jelas tidak boleh. Kalau ada yang ngeyel dan terbukti akan langsung kami tarik,” tegasnya.

Subagyo menegaskan kios Pasar Klewer adalah aset Pemkot Surakarta. Pedagang hanya berhak menempati. Jika tidak digunakan, pemkot berharap pedagang mengembalikan SHP kepada pemkot. Bukan disewakan atau diperjualbelikan.

“Yang butuh kios itu banyak,” tegasnya.

(rs/irw/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia