Rabu, 25 Apr 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Jamaah Curigai Kematian Pejaga Gereja di Klaten

Sabtu, 14 Apr 2018 12:15 | editor : Fery Ardy Susanto

Penemuan mayat di tanggul Sungai Gamping, Dusun Jonggo, Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Jumat pagi (13/4).

Penemuan mayat di tanggul Sungai Gamping, Dusun Jonggo, Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Jumat pagi (13/4).

KLATEN – Sesosok mayat ditemukan dalam posisi telentang di tanggul Sungai Gamping, Dusun Jonggo, Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Jumat pagi (13/4) sekitar pukul 05.30 WIB. Korban bernama Siswanto, 49, warga Dusun Gonalan, Desa Bawak, Kecamatan Cawas. Meski keluarga sudah mengikhlaskan, namun jamaah Gereja Maria Assumpta Cawasa, rekan korban merasa ada kejanggalan.

Peristiwa berawal saat Siswanto bertugas menjaga Gereja Maria Assumpta Cawas. Kamis (12/4) sekitar pukul 20.30 WIB, korban pamit makan. Dijemput seseorang tak dikenal. Sementara motor korban, Honda Karisma nopol B 6826 BDR ditinggal di parkiran gereja. ”Siapa yang jemput dan naik apa, saya tidak tahu,” terang Hans YS, jamaah Gereja Maria Assumpta kepada Jawa Pos Radar Solo.

Hingga pukul 22.00 WIB, korban tak kunjung pulang. Beberapa teman coba menghubungi, namun teleponnya tidak diangkat. Hingga keesokan harinya, para jamaah gereja mendapat informasi jasad korban ditemukan di tanggul Sungai Gamping.

”Saya langsung mengecek ke lokasi. Katanya ditemukan warga yang hendak ke sawah. Posisinya telentang, helmnya tergeletak. Dari mulut korban keluar busa,” beber Hans.

Jajaran Polsek Cawas yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Bersama tim medis dari Puskesmas Cawas. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

”Kami mencurigai orang yang menjemput korban inilah yang menjadi saksi kunci. Dari perwakilan umat gereja sebenarnya menghendaki adanya pemeriksaan lebih lanjut (otopsi),” tegas Hans.

Kapolsek Cawas, AKP Anggono mewakili Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono menegaskan tidak ditemukan bekas penganiayaan di tubuh korban. Termasuk tidak ada barang berharga korban yang dirampas.

”Diduga korban memiliki riwayat penyakit tertentu. Setelah pemeriksaan dari petugas Puskesmas Cawas, jasad korban kami serahkan ke pihak keluarga. Pihak keluarga tidak menghendaki dilakukan otopsi dan sudah mengikhlaskan kematian korban,” terang Anggono.

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia