Minggu, 22 Apr 2018
radarsolo
icon featured
Nasional

Ganjar Maafkan Pemfitnah Dirinya dan Penghina Gus Mus

Minggu, 08 Apr 2018 16:43 | editor : Fery Ardy Susanto

Ganjar Pranowo usai deklarasi pemenangan di Kantor DPC PDIP Demak, Minggu (8/4).

Ganjar Pranowo usai deklarasi pemenangan di Kantor DPC PDIP Demak, Minggu (8/4). (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

DEMAK - Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memilih memaafkan orang yang memfitnah dirinya. Menurutnya, persoalan sudah selesai karena pihak yang menuding dirinya sudah mengakui kesalahan.

Seperti diketahui Ganjar dituding menista agama karena membacakan puisi KH Musthofa Bisri (Gus Mus) berjudul 'Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana?' 

Tudingan mencuat melalui postingan Host salah satu program acara TV One Damai Indonesiaku Muhammad Agung Izzulhaq. Dalam akun twitternya @agungizzulhaq menyebut puisi yang dibacakan Ganjar menghina Islam dan penciptanya adalah orang dungu.

Belakangan Agung nampak menyesali postingannya setelah tahu bahwa pencipta puisi tersebut adalah Gus Mus. Agung pun meminta maaf kepada Gus Mus dan Ganjar. Meski postingan tersebut kadung menyebar dan merusak nama baiknya, Ganjar memilih memaafkan.

"Saya senang yang bersangkutan mengakui kedunguan dan meminta maaf. Karena sudah minta maaf komunikasi dengan saya, ya saya maafkan," kata Ganjar usai deklarasi pemenangan di Kantor DPC PDIP Demak, Minggu (8/4).

Ganjar pun menganggap persoalan sudah selesai dan tak perlu diperpanjang.

"Karena saya tidak ada yang seperti diomongkan mereka. Ya saya anggap sudah selesai," katanya. 

Menghadapi tudingan tak berdasar seperti itu, Ganjar mengaku hanya tersenyum.

"Ya semyum saja lah, wong dia sudah minta maaf. Ya saya yang salah saya yang dungu, dia ngakuin kok," ujar Ganjar. 

Ganjar meminta masyarakat Jateng tetap menjaga kerukunan dan tidak terprovokasi isu SARA.

"Bagaimana saya berpasangan dengan Gus putra kyai mosok kita melecehkan. Kita saja berbicara membangun Jawa Tengah material spriritual jadikan satu," katanya. 

Ia pun meminta agar masyarakat mengedepankan tabayun ketika mendapati isu di media sosial.

"Cara berfikirnya jangan sampai digeser ke kepentingan kelompok dan dikapitalisasi seolah-olah ini gaya gaya penistaan, nggaak. Masyarakat Jawa Tengah jangan percaya isu SARA, tabayun," tegasnya.

Gus Yasin, menyebut ada sekelompok orang berupaya memfitnah pasangan Ganjar-Yasin.

Gus Yasin dalam sambutannya menyatakan isu penistaan agama kepada Ganjara dalah fitnah. Namun ia meminta pendukung tidak balik menyerang dengan hal yang sama. 

"Fitnah yang beredar adalah Ganjar-Yasin menista agama. Itu tidak benar. Mari kita jawab dan respon isu seperti itu secara bersih, santun. Jangan balas fitnah dengan fitnah," beber putra ulama kharismatik, Maimoen Zubaer itu.

Seperti diketahui puisi tersebut dibuat Gus Mus pada tahun 1987.  Gus Mus sendiri dan sejumlah tokoh seperti Mantan Menteri Desa dari PKB Marwan Jafar pernah membacakan puisi yang dimaksudkan mengkritik kondisi sosial politik masa orde baru itu.

(rs/bay/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia