Selasa, 24 Apr 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Kemenperin: Industri Tekstil Minim SDM

Senin, 12 Mar 2018 19:37 | editor : Fery Ardy Susanto

Kunjungan Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono ke AK-Tekstil Solo, Senin (12/3).

Kunjungan Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono ke AK-Tekstil Solo, Senin (12/3). (NOVITA RACHMAWATI/RADAR SOLO)

SOLO – Industri tekstil di Indonesia hingga kini masih kekurangan sumber daya manusia (SDM). Padahal di satu sisi, secara industri peningkatannya cukup pesat, mencapai 3,45 persen. Namun kelangkaan SDM ini belum bisa teratasi, meskipun sudah ada akademi-akademi tekstik yang dibentuk untuk memenuhi kebutuhan SDM ini. 

Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Achmad Sigit Dwiwahjono mengakui industri tekstil masih mengalami kelangkaan SDM. Pencarian SDM ini diakui sulit karena memang selama ini kebutuhannya banyak. Meskipun sudah ada percepatan penyiapan SDM dengan cara membentuk akademi tekstil, namun hal ini belum mengatasi persoalan. 

”Sebab ada investasi-investasi baru di sektor industri tekstil. Maka dari itu, industri tekstil kita bisa terdongkrak hingga 3,45 persen,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Solo di sela kunjungannya ke Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil (AK-Tekstil)  Senin (12/3). 

Pertumbuhan mencapai 3,45 persen ini merupakan loncatan yang cukup baik. Mengingat, pertumbuhan industry tekstil di Indonesia ini pernah mengalami minus satu persen. Namun dengan lonjakan mencapai 3,45 persen ini tentunya harus diiringi dengan penyiapan SDM yang dapat mendukung perkembangan industri ini. 

Targetnya pada tahun 2019 mendatang ada satu juta tenaga kerja siap pakai di sektor industri tekstil. Namun saat ini target ini belum bisa terpenuhi dan masih kurang banyak. Apalagi jika berkaca pada industri tekstil internasional, rata-rata pertumbuhannya 5 persen.

”Sedangkan kita yang pertumbuhannya masih 3,45 persen ini masih membutuhkan tenaga siap pakai,” jelasnya.

(rs/vit/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia