Jumat, 23 Feb 2018
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Otak Sindikat Duplikasi ATM Seorang Pengacara, Begini Modusnya

Selasa, 13 Feb 2018 15:11 | editor : Bayu Wicaksono

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi saat menggelar rilis kasus duplikasi ATM.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi saat menggelar rilis kasus duplikasi ATM. (RYANTONO P.S./RADAR SUKOHARJO)

SUKOHARJO – Modus kejahatan dengan cara menduplikasi kartu ATM dibongkar Polres Sukoharjo. Pelaku menggunakan alat khusus untuk merekam data kartu kemudian menduplikasinya ke ATM kosong. Setelah berhasil menduplikasi, pelaku lantas menguras uang di rekening korban.

Sindikat ini diotaki oleh seorang pengacara bernama Saryanto Aladam, 46, warga Semenharjo RT 1 RW 5, Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Karanganyar. Dia juga memiliki alamat tinggal lain di Kampung Walangarum RT 3 RW 2, Desa Jombor, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo.

Rekan Saryanto dalam melakukan aksinya adalah Tri Warno alias Kebo, 33, warga Jalan Teratai Putih I/12 88 RT 8 RW 4, Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Para tersangka sudah melakukan aksinya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Keduanya memiliki peran yang berbeda, Saryanto bertugas membeli alat skimmer untuk merekam data kartu magnetik dan menduplikasi data kartu ATM milik korban. Sementara Tri Warno bertugas mencari sasaran korban dan mengambil data milik korban.

”Mereka ini mencari korban yang lengah, setelah itu ATM korban digesek ke skimmer mini untuk dicopy datanya. Jadi, pelaku tidak perlu membawa ATM karena data dari kartu tadi sudah tersalin bila digesekan ke skimmer mini itu,” papar Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, Selasa (13/2).

Setelah berhasil mendapat data dari kartu ATM korban, Tri Warno kemudian mendatangi Saryanto untuk menyalin data yang ada ke ATM kosong yang sudah disiapkan. Cara menyalin datanya menggunakan laptop dan software bawaan dari alat skimmer tersebut. Setelah diatur menggunakan software yang ada, ATM kosong digesekan ke alat skimmer kembali. Otomatis data korban sudah tersalin ke ATM yang sudah disiapkan pelaku.

Untuk mengetahui PIN dari ATM korban, pelaku menghafalnya dengan cara melihat korban bertransaksi. ”Misalnya mau transfer, itu nomor transfer yang dituju disalah-salahin tujuannya agar korban mengulang terus pin-nya sampai pelaku hafal,” ungkap Kapolres.

Kasus tersebut terungkap setelah ada laporan dari korban Sri Rahayu seorang agen BRI Link di Toko UD Sinderan warga Dukuh Talunombo RT 1 RW 6 Desa Wonoharjo, Kecamatan Wonogiri. Datanya diambil saat berada di ATM di wilayah Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Kerugiannya mencapai Rp 11.579.500.

”Mereka beraksi sejak 2010 lalu dengan total hasil curian Rp 200 juta. Modal pelaku ini dengan membeli alat di internet Rp 15 juta dari Taiwan,” papar Kapolres.

(rs/yan/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia