Sabtu, 24 Feb 2018
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Kasus Pengeroyokan Siswa SMP di Karanganyar Berakhir Damai

Jumat, 09 Feb 2018 20:04 | editor : Bayu Wicaksono

Kasus Pengeroyokan Siswa SMP di Karanganyar Berakhir Damai

KARANGANYAR - Enam pelaku pengeroyokan terhadap siswa SMP di Kecamatan Kerjo akhirnya dipertemukan dengan korban di Polres Karanganyar.

Melalui mediasi, keluarga pelaku dan korban sepakat untuk menempuh jalan damai. Kapolres Karanganyar AKBP Henik Maryanto melalui Wakapolres Kompol Dyah Wuryaning Hapsari mengungkapkan, setelah beredar luas video pengeroyokan di media sosial yang dilakukan sejumlah pelajar SMP kepada rekannya berinisial H, 14, polisi langsung sigap. Polisi akhirnya membawa enam bocah pelaku pengeroyokan tersebut ke mapolres bersama korban.

Enam  pelaku di bawah umur ini didampingi oleh orang tua mereka masing-masing. Begitu pula korban yang sebelumnya mendapatkan perawatan medis di puskesmas terdekat lantaran diduga mengalami memar pada bagian tubuhnya juga dikawal orang tuanya.

“Kami koordinasi dengan jajaran Forkompimcam Kerjo. Mereka dibawa ke Unit PPA Polres Karanganyar untuk dimediasi. Ada pihak korban, para pelaku yang disaksikan orang tua dan wali murid,” terang Wakapolres.

Lebih lanjut diungkapkan Wakapolres, kejadian pengeroyokan terhadap H tersebut terjadi karena kesalahpahaman antara pelaku dan korban. Dimana saat itu korban yang mengendarai sepeda motor melaju kencang di antara kumpulan para pelaku. Karena tidak terima, pelaku akhirnya membuat perjanjian dengan korban di salah satu hutan karet di wilayah Kecamatan Kerjo. Akhirnya korban yang saat itu datang sendiri langsung dikeroyok oleh para pelaku.

“Ada kesalahpahaman antara pelaku dan korban. Wajar karena jiwanya masih labil dan terbawa emosi. Tapi kini kedua pihak sudah berdamai dan sudah kami serahkan ke orang tua dan sekolah,” jelas Wakapolres.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono, yang mengetahui adanya kejadian tersebut mengaku prihatin. Dia berharap kepada pihak sekolah agar lebih ketat mengawasi siswanya dalam bergaul. Termasuk peran orang tua sangat penting. Karena saat ini penggunaan medsos sudah sangat masif, sehingga harus benar-benar diawasi.

“Pengawasan tidak hanya di lingkungan sekolah saja, tetapi juga dilakukan di luar sekolah. Jangan hanya mengandalkan guru. Orang tua juga wajib untuk memperhatikan pergaulan anak-anaknya,” jelas bupati.

(rs/rud/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia