Sabtu, 24 Feb 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

Bantah Digerebek, Oknum Bidan Mengaku Hendak Jenguk Keluarga

Jumat, 09 Feb 2018 18:53 | editor : Bayu Wicaksono

ILUSTRASI

ILUSTRASI (IRECK OKTAVIANTO/RADAR SOLO)

SRAGEN – Oknum bidan N dan pengusaha kayu S yang dikabarkan digrebek pada Rabu malam (7/2) akhirnya angkat bicara. Mereka membantah berbuat asusila. Malam itu sebenarnya keduanya hendak pergi ke Blitar untuk menjenguk saudara yang sakit.

S meluruskan bahwa peristiwa di Desa Banaran tersebut tidak sesuai dengan pernyataan Dwi Sungkono. Dia mengaku memang menjemput bidan N usai bekerja di rumah sakit. Selanjutnya keduanya akan bepergian ke luar kota ke Blitar.

 ”Selepas dinas, kami ada rencana ke Blitar. Saya jemput ke rumah sakit dan mampir ke rumah dulu, karena berangkat ke Bliter masih jam 11 malam untuk menengok saudara yang sakit,” ujarnya.

Kebetulan ada kepentingan yang sama, akhirnya keduanya bareng. Tapi tidak tahu ternyata justru dibuntuti suami N. ”Kami tidak berbuat asusila. Meski begitu kami juga mengakui salah,” tandasnya.

S menyampaikan bahwa dalam kejadian malam itu, bukan warga setempat yang datang. Tapi Dwi Sungkono datang bersama teman dan anggota polsek yang mengamankan agar Dwi tidak berbuat melampaui batas.

S menegaskan bahwa antara bidan N dengan Dwi saat ini memang dalam proses perceraian. Pihak wanita sudah mengajukan gugatan sejak awal Juli lalu. Lantaran seorang PNS, tentu harus menjalani proses panjang hingga perlu mendapat persetujuan bupati.

“Banyak masalah rumah tangga N dan Dwi. Salah satunya Dwi terlibat dan pernah ditahan karena kasus narkoba di Pangkalan Bun Kalimantan Selatan,” ujarnya diamini N.

Sementara Dwi Sungkono tidak membantah perihal tudingan dirinya pernah ditahan terkait masalah narkoba. Selain itu, pihaknya membenarkan saat ini dalam proses perceraian. Dia menyebut bahwa istrinya juga tahu dia pernah menggunakan narkoba. Terkait alasan kalau istrinya N dan S tidak berbuat asusila, namun akan ke keluar kota, Dwi sangsi. ”Itu cuma alasan saja,” ujarnya.

(rs/din/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia