Sabtu, 24 Feb 2018
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Kantong Mitra Kukar dan Bali United Semakin Tebal di Piala Presiden

Sabtu, 03 Feb 2018 14:22 | editor : Bayu Wicaksono

Piala Presiden 2018 akan tayang secara langsung di Indosiar.

Piala Presiden 2018 akan tayang secara langsung di Indosiar. (Liga-indonesia.id)

JAKARTA - Subsidi, match fee hingga hadiah turnamen Piala Presiden 2018 cukup menggiurkan. Untuk tuan rumah di lima kota, diberikan dana subsidi masing-masing sebesar Rp800 juta. Sedangkan klub yang tak menjadi tuan rumah mendapatkan subsidi travel (perjalanan) masing-masing sebesar Rp100 juta. Khusus Perseru Serui, mereka mendapatkan subsidi perjalanan Rp125 juta.

Terkait match-fee bagi klub di setiap pertandingan, tim yang menang mendapatkan Rp125 juta, jika imbang masing-masing meraih Rp100 juta, serta klub yang menderita kekalahan mendapatkan Rp75 juta.

Peningkatan hadiah Piala Presiden 2018 juga mencapai 10%. Itu artinya, tim yang berhasil meraih gelar juara berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp3,3 miliar. Sementara tim yang menjadi runner-up berhak menerima hadiah sebesar Rp2,2 miliar, tim peraih peringkat ketiga mendapatkan hadiah sebesar Rp1,1 miliar, dan peringkat keempat berhak membawa pulang uang sebesar Rp550 juta.

Selain hadiah-hadiah tersebut, juga masih ada sejumlah hadiah lain bagi para kontestan Piala Presiden 2018. Di antaranya adalah gelar top skorer (Rp150 juta), pemain terbaik (Rp250 juta), hingga suporter terbaik (Rp100 juta).

Fase grup Piala Presiden 2018 telah berakhir. Delapan tim pun dipastikan sudah mendapatkan tempat di babak delapan besar yang bakal digelar di Stadion Manahan, Solo, 3-4 Februari nanti.

Dari catatan bonus di atas, Mitra Kukar dan Bali United menjadi klub yang terbanyak meraih match-fee dan subsidi di fase grup. Itu tak terlepas dari kedua klub tersebut yang bertindak sebagai tuan rumah serta berhasil menyapu bersih tiga laga di babak penyisihan dengan kemenangan sempurna.

Total, kedua klub itu mampu meraup Rp1.175.000.000 hanya dari match-fee dan subsidi. Itu belum dihitung pendapatan yang mereka raih dari hasil penjualan tiket pertandingan. Jikalau akhirnya bisa menjadi juara dan salah satu hadiah individual, jelas kantong tim ini akan semakin tebal sebelum berlaga di Liga 1 1018

Sementara itu tim yang paling sedikit mendapat bonus adalah dua klub Liga 2 Martapura FC dan PSPS Riau. Itu lantaran mereka menderita tiga kali kekalahan di fase grup. Total, keduanya mendapatkan dana segar Rp325 juta.

Sementara itu, pundi-pundi materi klub yang berlaga di babak delapan besar juga akan bertambah. Pasalnya, pada babak perempat-final nanti, telah disepakati setiap klub yang menang akan mendapatkan Rp150 juta, sedangkan klub yang menderita kekalahan menerima Rp100 juta. Plus setiap klub akan mendapatkan subsidi akomodasi sebesar Rp100 juta.

Tentunya, ini akan menjadi salah satu nilai lebih dari Piala Presiden, yang bisa dibilang sebagai turnamen pramusim terheboh di Indonesia sejak pertama kali digelar pada 2015 lalu.

Dilain sisi empat laga seru bakal tersaji di Kota Solo. Di mulai Persebaya Surabaya melawan PSMS Medan, dan akan dilanjutkan Bali United melawan madura United di hari pertama (3/2). Di hari kedua (4/2), Persija Jakarta mendapat tantangan berat saat melawan Mitra Kukar, sedangkan Arema FC akan jadi laga penutup di 8 besar dengan melawan Sriwijaya FC.

“Ini kesempatan pertama Bali United main di Stadion Manahan Solo. Kami siap mengerahkan seluruh tenaga untuk laga besok. Kami siap berganti, memberikan hasil yang terbaik,” ungkap pelatih Bali United, Hans Peter Schaller

(rs/NIK/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia