Minggu, 25 Feb 2018
radarsolo
icon featured
Nasional

Omzet UMKM Binaan Pemprov Jateng Meningkat

Kamis, 01 Feb 2018 18:04 | editor : Bayu Wicaksono

Omzet UMKM Binaan Pemprov Jateng Meningkat

SEMARANG - Dalam empat tahun, jumlah UMKM binaan Pemprov Jateng melesat dari 80 ribu unit menjadi 115 ribu unit. Dengan kemudahaan modal dan pendampingan, omzet pun naik hingga 120 persen.
Data Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Jateng mencatat pada 2012 jumlah UMKM binaan sebanyak 80.583 unit. Pada 2016 jumlahnya naik menjadi 115.751 unit. Sejalan dengan itu jumlah tenaga kerja pun meningkat pesat dari 345.622 orang menjadi 791.767 orang.
Dengan berbagai program pendampingan, perkembangan UMKM pun menanjak naik. Dari sisi aset naik dari Rp 6,816 triliun menjadi Rp 22,891 triliun. Kenaikan signifikan juga dicatatkan dari sisi omset yakni dari Rp 18,972 triliun menjadi Rp 43,570 triliun atau lebih dari 120 persen.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, peningkatan kapasitas dan kualitas UMKM memang menjadi prioritas. Salah satu yang dilakukan yakni melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) para pelaku UMKM. Baik melalui pelatihan, pengembangan bisnis, pendampingan serta bantuan modal kerja. 
“Seperti di sini, ini potensinya luar biasa. Dari 100 kotak rumah lebah setiap bulan bisa menghasilkan uang Rp6 juta. Nah kalau kemudian dibuat produk turunannya tentu nilai ekonominya lebih tinggi, dan desa ini bisa menjadi sentra madu lanceng,” ujar Ganjar saat mengunjungi lokasi budidaya lebah lanceng di Desa Kebonrejo, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Rabu (31/1). 
Maka untuk mengembangkan usaha yang dikelola Kelompok Tani Gubug Lanceng itu, Pemprov Jateng siap memfasilitasi pelatihan dan pendampingan. Khususnya pelatihan tentang budidaya dan pengolahan madu lanceng menjadi propolis serta bantuan kredit permodalan pengembangan usaha. 
Ganjar mengatakan, pelatihan yang diberikan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat. Hal ini supaya mengenal dan memahami bagaimana budidaya lebah madu lanceng sebagai salah satu usaha yang memiliki potensi pasar yang besar dan ramah lingkungan. 
"Kendala budidaya lebah ini pada ilmu pengetahuan pengembangan dan pengolahan produk turunan. Pemprov siap memfasilitasi. Kami siap mengundang para ahli di bidang ini untuk pendampingan pembudidaya lebah lanceng," terangnya.
Setiap peternak didorong menyediakan minimal 100 kotak rumah lebah supaya madu yang dihasilkan melimpah dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Apalagi lebah madu lanceng mudah diperoleh dari sekitar seperti dari bunga bayam raja, bunga matahari, dan bunga dari berbagai tanaman buah-buahan. 
Ketua Kelompok Tani Gubug Lanceng, M Haris mengatakan kelompok tani ini dibentuk sejak November 2014 dengan jumlah anggota saat ini tercatat 29 orang. Kedepannya, Kelompok Tani Gubug Lanceng akan mendirikan taman edukasi bagi siapapun yang berkunjung ke Kebonrejo. Taman edukasi dimaksudkan agar peternak tidak hanya memberdayakan dan menjual madu, namun juga bisa berbagi pengetahuan mengenai lanceng kepada masyarakat
Sementara itu terkait dengan permodalan, Gubernur Ganjar mengatakan saat ini UMKM di Jateng sudah bisa dengan mudah mendapatkan modal. Salah satunya melalui Kredit Mitra Jateng dari Bank Jateng yang menawarkan bungan ringan, tanpa agunan dan bebas biaya administrasi. Kredit bisa diajukan perorangan ataupun kelompok dengan plafon Rp 2 juta hingga Rp 25 juta. 
Selain soal permodalan, Pemprov Jateng juga memberikan fasilitas pemasaran secara online melalui sadewa mart (www.cyberumkm.com). Aplikasi e commerce ini memiliki sejumlah keunggulan yakni pendampingan 12 konsultan gratis seperti bank, pemasaran, pengemasan dan lainnya bagi UMKM. Pendampingan pembuatan sertifikat serta kemudahan akses perbankan.  
Tak hanya melalui aplikasi atau pameran, Ganjar juga menyediakan diri menjadi sales bagi UMKM unggulan di Jateng. Baik melalui media sosial, membuat ruang kerja dan ruang tamu menjadi etalase UMKM serta mengenakan berbagai produk unggulan untuk bisa dipamerkan pada pejabat lain serta masyarakat luas. 
Dengan adanya berbagai kemudahan untuk UMKM tersebut, terbukti bahwa perkembangan UMKM di Jateng cukup pesat. Hal ini bisa diliat dari perkembangan UMKM binaan Pemprov Jateng pada 2016 yang sudah mencapai 115.751 unit dan naik cukup banyak dibanding pada 2012. 

(rs/bay/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia