Sabtu, 24 Feb 2018
radarsolo
icon featured
Boyolali

Wow! Boyolali Bakal Punya Mall Terbesar se-Eks Karesidenan Surakarta

Selasa, 16 Jan 2018 22:11 | editor : Bayu Wicaksono

MoU pembangunan GM Mall Boyolali, Selasa (16/1).Penandatanganan MoU pembangunan GM Mall Boyolali.

MoU pembangunan GM Mall Boyolali, Selasa (16/1).Penandatanganan MoU pembangunan GM Mall Boyolali.

BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali bakal membangun sebuah mal bulan depan. Diklaim, mall ini merupakan yang terbesar se-Eks Karesidenan Surakarta. Menempati lahan seluas 2,7 hektare di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di Desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk.

Pembangunan mall menggandeng seorang pengusaha kelahiran Desa Dawar, Kecamatan Mojosongo, Boyolali yang sudah lama menetap di Kota Solo. Pembangunan mall diawali penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Bupati Boyolali Seno Samodro dengan Direktur Utama PT. Dua Putra Bengawan S. Maharani, Senin malam (15/1).

”Ini akan menjadi mall terbesar dan memiliki lahan hijau untuk taman yang indah. Lahan parkirnya mampu menampung sekitar 230 mobil,” klaim Seno kepada Jawa Pos Radar Solo. 

Mall yang akan dinamai GM Mall Boyolali ini diperkirakan menelan dana sekitar Rp 70 miliar. Dibangun 2 lantai, dengan volume bangunan seluas 11.000 meter persegi . Diperkirakan proses pembangunan memakan waktu hanya 10 bulan saja. Terkait perizinan, sudah beres dan diperkirakan GM Mall beroperasi pada Februari 2019.

”Saya jujur saja. Sesuai rancangan Boyolali akan berdiri sebanyak enam mall dan kemudian akan dikeluarkan peraturan daerah (Perda), tidak boleh dibangun mall lagi,” beber Seno.

Dirut PT Dua Putra Bengawan S. Maharani menambahkan, GM Mall Boyolali nanti akan dijejali ritel, gedung bioskop, arena permainan anak-anak, supermarket, restoran, karaoke, perbankan, dan lain-lain.

”GM Mall Boyolali sudah dikonsep sedemikian rupa. Sehingga daerah ini menjadi sentral bisnisnya,” papar Maharani.

Kota Susu –julukan Boyolali– dipilih karena pertimbangan perputaran uang yang lumayan tinggi. Dari data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo, perputarannya menyentuh angka 64 persen.

”Saya putra daerah Boyolali, sehingga tahu akan seperti apa Boyolali ke depannya. Saya tertarik membangun daerah sendiri dengan mendirikan GM Mall. Sengmen pasarnya menengah ke atas,” imbuh Maharani.

Boyolali Bakal Bangun Mal Terbesar

BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali bakal membangun sebuah mal bulan depan. Diklaim, mal ini merupakan yang terbesar se-Eks Karesidenan Surakarta. Menempati lahan seluas 2,7 hektare di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di Desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk.

Pembangunan mal menggandeng seorang pengusaha kelahiran Desa Dawar, Kecamatan Mojosongo, Boyolali yang sudah lama menetap di Kota Solo. Pembangunan mal diawali penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Bupati Boyolali Seno Samodro dengan Direktur Utama PT. Dua Putra Bengawan S. Maharani, Senin malam (15/1).

”Ini akan menjadi mal terbesar dan mimiliki lahan hijau untuk taman yang indah. Lahan parkirnya mampu menampung sekitar 230 mobil,” klaim Seno kepada Jawa Pos Radar Solo. 

Mal yang akan dinamai GM Mall Boyolali ini diperkirakan menelan dana sekitar Rp 70 miliar. Dibangun 2 lantai, dengan volume bangunan seluas 11.000 meter persegi . Diperkirakan proses pembangunan memakan waktu hanya 10 bulan saja. Terkait perizinan, sudah beres dan diperkirakan GM Mall beroperasi pada Februari 2019.

”Saya jujur saja. Sesuai rancangan Boyolali akan berdiri sebanyak enam mal dan kemudian akan dikeluarkan peraturan daerah (Perda), tidak boleh dibangun mal lagi,” beber Seno.

Dirut PT. Dua Putra Bengawan S. Maharani menambahkan, GM Mall Boyolali nanti akan dijejali ritel, gedung bioskop, arena permainan anak-anak, supermarket, restoran, karaoke, perbankan, dan lain-lain.

”GM Mall Boyolali sudah dikonsep sedemikian rupa. Sehingga daerah ini menjadi sentral bisnisnya,” papar Maharani.

Kota Susu –julukan Boyolali– dipilih karena pertimbangan perputaran uang yang lumayan tinggi. Dari data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo, perputarannya menyentuh angka 64 persen.

”Saya putra daerah Boyolali, sehingga tahu akan seperti apa Boyolali ke depannya. Saya tertarik membangun daerah sendiri dengan mendirikan GM Mall. Sengmen pasarnya menengah ke atas,” imbuh Maharani.

(rs/wid/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia