Sabtu, 24 Feb 2018
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

PT PSS: Persis GR Harusnya Ganti Nama

Sabtu, 13 Jan 2018 20:56 | editor : Bayu Wicaksono

Pelatih Persis Solo musim lalu Widyantoto (kanan) bersalaman dengan pelatih Persis GR.

Pelatih Persis Solo musim lalu Widyantoto (kanan) bersalaman dengan pelatih Persis GR. (ISWARA BAGUS N/RADAR SOLO)

SOLO – Kongres tahunan PSSI selalu memunculkan drama baru. Tidak hanya bagi sepakbola Indonesia secara umum, tapi juga polemik di klub pesertanya. Kota Solo secara khusus juga memunculkan kejutan baru.

Seperti halnya saat Kongres PSSI 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpon Damai, Tangerang Sabtu (13/1). Manajemen PT Persis Solo Saestu (PSS) menolak Persis Gotong Royong (GR) Solo yang mengusulkan diri ingin naik ke Liga 3 2018, setelah sebelumnya gagal promosi dari Liga 3 2017. Karena gagal musim lalu, Persis GR memang tetap harus memulai musim ini dari Liga 4.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persis Dedy M Lawe menjelaskan, ada 55 klub yang mengajukan diri menjadi anggota baru PSSI. Klub-klub tersebut berlaga di liga berbeda, termasuk Liga 4. Baik yang dari Aceh sampai Papua. Salah satunya adalah Persis GR Solo. Namun, manajemen PT PSS selaku yang mengelola Persis Solo menolak tegas permintaan tersebut.

”Dengan tegas saya langsung ajukan penolakan usulan itu. Karena mereka (Persis GR) menggunakan nama dan logo yang sangat mirip. Bagi saya itu sudah melanggar hak paten dan ketentuan yang ada. Persis Solo yang resmi adalah tim yang berada di bawah naungan PT. Persis Solo Saestu,” kata Dedy kepada Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (13/1).

Dedy menjadi wakil Persis di kongres PSSI  tersebut. Dedy mengaku tidak mengetahui pihak yang mengusulkanya. Usulan itu juga masih ditampung PSSI. Dia tak menampik adanya peluang dari PSSI untuk menyetujui usulan tersebut. Namun Dedy optimistis PSSI akan memberikan penolakan.

”Pastinya PSSI akan mempertimbangkan faktor kesamaan tadi. Jika nanti ada dua klub yang punya nama dan logo sama dengan Persis, pastinya timbul masalah bagi suporter maupun sponsor. Nanti membingungkan suporter dan sponsor juga,” imbuh Dedy.

Dedy memberi solusi kepada kubu Persis GR untuk mengganti nama. Mengingat dirinya termasuk masyarakat Solo juga pasti hanya ingin ada satu nama Persis di kota ini

”Kami tidak masalah jika nantinya ada dua klub professional di Solo. Asal namanya berbeda, misalnya Solo United, Solo FC atau nama lain. Yang penting nggak sama dengan nama Persis,” tandasnya.

Sementara itu, petinggi Persis GR Solo, Paulus Haryoto enggan menanggapi penolakan itu. ”kembalikan saja ke aturan, ngga perlu dikomentari,” singkat Paulus.

Polemik antara PT PSS dengan Persis GR Solo sudah terjadi ke sekian kalinya. Sebelumnya, Paulus Haryoto mengklaim logo Persis Solo milik pribadinya. Persoalan itu sudah rampung setelah ada kejelasan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

(rs/adi/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia