Rabu, 17 Jan 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Satgas Antikampanye Hitam Mulai Gerilya di Dunia Maya

Jumat, 12 Jan 2018 20:14 | editor : Bayu Wicaksono

ILUSTRASI

ILUSTRASI (Dok. Jawapos.com)

SOLO – Memasuki tahun politik, potensi munculnya kampanye hitam yang dapat merugikan pasangan calon kepala daerah langsung direspons. Polresta Surakarta telah membentuk satgas antikampanye hitam.

“Pembentukan satgas ini adalah perintah bapak Kapolri. Tentunya kerja sama dengan panwaslu. Tim bertugas mengantisipasi jika ada pihak yang melakukan kecurangan dengan menyebarkan berita bohong, fitnah, dan kampanye hitam lainnya,” jelas Wakapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai, Jumat (12/1).

Markas satgas antikampanye hitam menempati gedung Traffic Management Centre (TMC) di Mako 2 Polresta Surakarta Jalan Slamet Riyadi. Satgas yang terdiri dari puluhan personel dibagi menjadi tiga sif. Mereka didukung perangkat komputer canggih dan beroperasi selama 24 jam.

“Petugas berselancar mengawasi setiap media sosial terutama yang menyinggung isu Sara, hingga pelecehan terhadap golongan atau kelompok tertentu. Intinya seluruh tim melakukan patroli dunia maya. Mengawasi pergerakan kampanye Pilkada 2018 dan Pilpres 2019,” tandas Andy. 

Kapan patroli dunia maya difungsikan? Wakapolresta menyebut sejak gelar pasukan Operasi Mantap Praja Candi 2018 pada 5 Jauari lalu. Menurut Andy, dunia maya berpeluang memberikan ruang bebas kampanye yang kurang baik. Karena itu, satgas antikampanye hitam tak segan menindak pelaku penyebar black campaign.

Sekitar sepekan beroperasi, satgas antikampanye hitam belum menemukan konten media sosial berisi fitnah dengan tujuan menjatuhkan pasangan calon kepala daerah. Guna memaksimalkan pengawasan, masyarakat diimbau aktif melapor jika menemukan kampanye hitam di media sosial dengan menghubungi nomor telepon 085600401272. 

Upaya lainnya, 781 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, KPU, panwas dan elemen terkait telah sepakat menjaga pelaksanaan pesta demokrasi jujur, adil, lancar dan aman lewat deklarasi Operasi Mantap Praja Candi 2018.

“Potensi konflik seperti ujaran kebencian sulit dihindarkan. Tapi kami siap mengantisipasinya. Menjaga Kota Solo tetap aman, nyaman, dan tertib,” tegas Kapolresta Surakarta Kombespol Ribut Hari Wibowo.

(rs/ves/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia