Rabu, 17 Jan 2018
radarsolo
icon featured
Olahraga

Bonus Berkurang, Pelatih APG Protes Kemenpora

Kamis, 11 Jan 2018 10:36 | editor : Bayu Wicaksono

Perwakilan pelatih NPC menagih janji bonus kemenangan kepada Kemenpora.

Perwakilan pelatih NPC menagih janji bonus kemenangan kepada Kemenpora. (ADI PRASETYAWAN/RADAR SOLO)

SOLO – Kesuksesan Indonesia menjadi juara umum di ASEAN Para Games (APG) 2017 Malaysia masih menyisakan masalah. Pelatih 11 cabang olahraga (Cabor) yang mengikuti kejuaraan disabilitas se Asia Tenggara itu menagih janji bonus kemenangan ke Kementerian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora). Mereka mengklaim nominal bonus yang diterima tidak sesuai yang dijanjikan.

Koordinator pelatih, Waluyo mengatakan, tim pelatih 11 cabor yang mengawal kontingen Indonesia di APG Malaysia 2017 berjumlah sekitar 100 orang. Jelang pelaksanaan, Kemenpora sempat menjanjikan bonus uang jika mampu meraih medali. Setiap medali emas bonusnya sebesar Rp 100 juta, perak Rp 70 juta, dan perunggu Rp 40 juta. Namun kenyataanya bonus yang sudah diterima jauh dari nominal tersebut.

”Kami sebagai pelatih sangat kecewa karena bonus tidak sesuai janji. Nominalnya yang diterima bahkan ada yang seperenam dari nominal yang dijanjikan,” kata Waluyo mewakili belasan pelatih, Rabu (10/1).

Menurutnya, jumlah bonus yang diterima justru menurun dibanding saat APG Singapura 2015 silam. Saat itu, Indonesia finish di peringkat dua. Bonus yang diterima juga sesuai yang dijanjiikan kemenpora. Setiap medali emas bonusnya Rp 60 juta, perak Rp 40 juta dan perunggu Rp 25 juta. Jika mengacu jumlahnya, cukup untuk dibagikan kepada seluruh pelatih. Sebab, lanjut Waluyo, jumlah pelatih yang ber-SK Kemenpora maupun tidak cukup banyak.

”Kami juga dibantu asisten pelatih. Profresi pelatih ini jadi pekerjaan utama mereka. Artinya bonus itu bisa digunakan untuk berbagai keperluan termasuk modal usaha. Padahal kita berhasil juara umum dan perolehan medali lebih banyak dari APG Singapura,” keluhnya.

Senada diungkapkan manajer tenis meja, Rima Ferdianto. Dia menilai pemerintah hanya mengutamakan atlet, bukan pelatih.

”Bonus atlet memang langsung cair dua hari setelah kejuaraan selesai, itu sesuai perintah Presiden Jokowi. Tapi kelihatanya Kemenpora hanya menerjemahkan perintah itu untuk atlet saja,” terangnya.

Sementara pelatih panahan Rio Suseno mengancam akan melayangkan gugatan ke kemenporan. ”Janji kemenpora kontraproduktif, ini bisa mengancam kesiapan kami ke ASIAN Para Games. Tidak menutup kemungkinan kita layangkan gugatan,” tandasnya.

(rs/adi/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia