Minggu, 25 Feb 2018
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Kisah Pilu Pariyem, 5 Tahun Dikurung Keluarga

Selasa, 09 Jan 2018 17:18 | editor : Bayu Wicaksono

Pariyem saat mendapatkan perawatan dari anggota Satbinmas Polres Karanganyar sebelum dibawa kembali ke RSJD Surakarta.

Pariyem saat mendapatkan perawatan dari anggota Satbinmas Polres Karanganyar sebelum dibawa kembali ke RSJD Surakarta. (RUDI HARTONO/RADAR KARANGANYAR)

KARANGANYAR – Upaya anggota satuan pembinaan masyarakat (Satbinmas) Polres Karanganyar untuk membawa kembali Pariyem (50), warga Celep Lor, Desa Dagen, Jaten, Karanganyar ke rumah sakit jiwa daerah (RSJD) Surakarta, akhirnya membuahkan hasil.

Setelah hampir lima tahun Pariyem dikurung di ruangan dengan luas 4 meter x 6 meter. Tepatnya di dalam rumah orang tuanya yakni Wiryo Satimin (75) dan Suliyem (70). Dengan ruangan yang pengap, dan kotor itu, layaknya berada di sebuah penjara yang tak terawat. Beruntung, pada Senin (8/1) siang, perempuan yang diketahui mengalami gangguan jiwa sejak belasan tahun, berhasil dibawa oleh anggota Satbinmas Polres Karanganyar, dan jajaran Muspika Kecamatan Jaten, untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan di RSJD Surakarta.

Salah satu adik ipar Pariyem, Suwarto (47), mengungkapkan, sebelum dikurung di dalam ruangan yang juga tersedia kamar mandi tersebut. Pariyem sempat menjalani perawatan di RSJD Surakarta. Namun karena terbentur biaya pengobatan, Pariyem akhirnya dibawa pulang oleh orang tuanya. Dan ditempatkan di rumah untuk mendapatkan perawatan sendiri.

Namun, setelah dirawat, justru Pariyem tak kunjung membaik dan malah bertambah parah. Hingga oleh orang tuanya dianggap membahayakan. Karena itu, orang tua Pariyem membangunkan ruangan khusus layaknya penjara yang dilengkapi jeruji besi.

“Awalnya ada percekcokan dengan suaminya, kemudian  karena mungkin ada tekanan jiwa. Dia (Pariyem) masuk ke RSJD dua kali. Karena mungkin terbentur biaya perawatan, kemudian Pariyem dibawa pulang dan dirawat dirumah, hingga saat ini,” jelas Suwarto.

Terkait alasan keluarga memperlakukan Pariyem dalam kurungan menyerupai penjara, menurut Suwarto lantaran Pariyem sering melakukan kekerasan terhadap sejumlah orang atau tetangga yang ada didekat rumahnya.

“Kalau kumat, dia (Pariyem) sering menganiaya warga, makanya dibuatkan tempat sendiri. Dan di dalamnya ada kamar mandinya serta tempat untuk tidur. Tapi ya dibatasi dengan jeruji besi. Karena saya juga sempat jadi korban, tak hanya orang tua dan tetangga saja,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Binmas AKP Suwarsi mengungkapkan, pihak Polres Karanganyar, sengaja memberikan bantuan kepada keluarga Pariyem. Lantaran sebelumnya ada laporan yang masuk ke Polres. Yang menyebutkan ada salah satu warga yang membutuhkan bantuan. Menindaklanjuti hal itu, kemudian jajaran kepolisian berkoordinasi dengan pejabat dari Muspika untuk segera melakukan tindakan. Yakni dengan membawa Pariyem kembali ke RSJD Surakarta.

“Kita nanti akan koordinasikan dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan setempat dan jajaran Muspika untuk melakukan pemantauan dan perawatan. Yang jelas Bu Pariyem ini mau dulu untuk diajak kembali periksa dan mendapatkan perawatan di RSJD. Karena sebelumnya keluarga menolak untuk membawa Pariyem berobat, dengan alasan terkendala biaya,” jelas Kasat Binmas.

(rs/rud/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia