Rabu, 17 Jan 2018
radarsolo
icon featured
Kombis

Solo Raya Consortium Godok Wisata Ramah Difabel

Senin, 08 Jan 2018 09:12 | editor : Perdana

ALAMI: Kebuh teh Kemuning Karanganya, salah satu destinasi wisata yang dipromosikan SRC 17. Sementara batik tetap jadi produk unggulan untuk ditawarkan.

ALAMI: Kebuh teh Kemuning Karanganya, salah satu destinasi wisata yang dipromosikan SRC 17. Sementara batik tetap jadi produk unggulan untuk ditawarkan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Kegiatan fam trip yang mengundang sejumlah biro wisata dalam dan luar negeri dirasa ampuh guna menguatkan promosi pariwisata Kota Bengawan dan sekitarnya. Bahkan, Solo Raya Consortium 2017 (SRC 17) sudah menjadwalkan dua agenda fam trip di tahun ini. Selain itu, mereka juga bakal membuat konsep wisata ramah difabel.

Ketua SRC 17 Djunanto Hutomo mengatakan, rencana salah satu maskapai penerbangan untuk menyetop rute Solo-Kualu Lumpur (KL) memang cukup disayangkan. Apalagi, pasar wisatawan mancanegara (wisman) terbesar selama ini adalah dari Malaysia.

Untuk itu, tahun ini promosi pariwisata ke Solo dan sekitarnya harus kian digencarkan guna menarik minat wisatawan maupun maskapai penerbangan agar mau membuka rute lebih banyak.

”Meski penerbangan langsung Solo-Kuala Lumpur sudah tidak ada, kami harus tetap semangat untuk mempromosikan pariwisata di eks Karesidenan Surakarta,” tutur Djunanto kepada wartawan.

Salah satu strategi yang dinilai ampuh sebagai senjata promosi pariwisata adalah fam trip gathering. Ada dua kali fam trip yang akan digelar SRC 17 tahun ini. ”Pada fam trip gathering pertama, kami bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata yang juga berkolaborasi dengan Jogja dan Semarang,” papar pria yang juga menjabat sebagai Managing Director Wida Tour itu.

Konsep fam trip tersebut, yakni biro wisata asing akan diundang untuk berjalan-jalan di Jogja selama dua hari. Dilanjutkan jalan-jalan di Solo selama dua hari dan terakhir ke Semarang juga dua hari sekaligus pulang. Menurut Djunanto, target pasar yang realistis bisa digarap adalah wisatawan di negara-negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Kamboja, dan lainnya

”Untuk fam trip ghatering kedua, SRC 17 mempromosikan Solo dan sekitarnya ditambah wilayah Pacitan. Kami akan ajak biro wisata mancanegara untuk mengunjungi objek wisata di beberapa tempat, seperti Solo City Tour, Kampung Baki, pabrik jamu Nguter, terabas Kebun Teh Kemuning dengan jip, pantai-pantai Pacitan, dan lainnya,” beber Junanto.

Sementara itu, Sekretaris SRC 17 sekaligus pemilik Yangkung Tour and Travel K.R.A. Djuritno Yudoadiningrat  mengungkapkan, SRC 17 juga ingin menggarap wisata yang ramah difabel. Mereka akan bertemu dengan sejumlah agen wisata dan akademisi untuk menggodok konsep wisata ramah difabel di eks Karesidenan Surakarta.

”Dalam waktu dekat kami akan mengajak agen wisata yang menggarap wisatawan difabel dan akademisi untuk membahas apa yang harus kami lakukan untuk membuat wisata ramah difabel tersebut,” pungkas Djuritno. (gis/ria)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia