Rabu, 17 Jan 2018
radarsolo
icon featured
Lifestyle

Cegah Sindrom Pascaliburan Pada Anak

Sabtu, 06 Jan 2018 20:00 | editor : Perdana

Ilustrasi liburan

Ilustrasi liburan

SOLO - Libur sekolah kalau tidak dikelola dengan baik bisa menjadi blunder terhadap anak ketika waktunya kembali masuk sekolah. Anak jadi kurang bersemangat kembali menjalani rutinitas belajar.

Psikolog Anak Ria Winarto mengatakan, sindrom pascaliburan ini kerap kali dialami oleh semua orang, baik itu orang dewasa atau pun anak-anak.

“Sindrom pasca liburan panjang ini memang lebih sering dialami anak-anak. Semacam semangat yang menurun, susah bangun pagi atau enggan untuk belajar,” ujarnya.

Kondisi seperti ini terkadang membuat para orang tua merasa kebingungan dan mencari cara untuk membangkitkan kembali semangat anak-anak untuk belajar. Sebaiknya, ketika libur panjang, anak-anak tetap menjalankan rutinitas seperti biasanya. Di antaranya adalah tetap membiasakan anak untuk tidur lebih awal.

Jika orang tua membiarkan anak-anak tidur larut malam ketika libur panjang, maka akan terbawa hingga anak harus kembali masuk sekolah. Cenderung akan bangun siang. Biasakan supaya anak bangun pagi meskipun sedang libur supaya ketika harus masuk sekolah lagi, mereka akan terbiasa untuk bangun pagi.

Meski libur panjang, Kids juga tetap harus membaca buku pelajarannya. Meski dalam waktu yang tidak banyak. Hal ini untuk menjaga semangat anak dalam belajar tetap stabil. Sehingga ketika masuk sekolah, anak tidak akan kaget dan bisa langsung beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

“Menciptakan suasana liburan yang menyenangkan dan bermanfaat itu sangat penting bagi anak. Isi liburan anak dengan berbagai hal bermanfaat yang berkaitan dengan pelajaran di sekolahnya. Dengan begitu, anak akan bersemangat untuk kembali ke sekolah dan bertemu dengan teman-temannya,” ujarnya. (gis/bun)

 


(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia