Sabtu, 24 Feb 2018
radarsolo
icon featured
Kombis

Penarikan Uang Tembus Rp 13 T

Sabtu, 30 Dec 2017 12:46 | editor : Perdana

FRESH MONEY: Masyarakat ramai-ramai menukarkan uang baru jelang Lebaran lalu.

FRESH MONEY: Masyarakat ramai-ramai menukarkan uang baru jelang Lebaran lalu. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Nominal outflow atau penarikan uang lewat perbankan oleh masyarakat  sepanjang 2017 mencapai Rp 13 triliun. Peningkatan outflow sebesar 21 persen dibanding 2016 itu juga diimbangi dengan tingginya inflow atau setoran ke bank yang mencapai Rp 21 triliun tahun ini.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo Bandoe Widiarto mengatakan, berdasarkan evaluasi, tingginya angka outflow tahun ini dipengaruhi kebutuhan masyarakat yang cenderung meningkat. Khususnya pada periode menjelang Hari Raya keagamaan atau hari besar. Seperti Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru.

”Karena menjelang momen tersebut kebutuhan atau tingkat konsumsi masyarakat cenderung meningkat. Sehingga banyak yang membutuhkan uang tunai untuk melakukan transaksi sehari-hari,” tutur Bandoe kepada wartawan kemarin (29/12).

Dari evaluasi yang dilakukan,  angka outflow paling tinggi terjadi pada Juni  atau sebelum Lebaran,   mencapai Rp 4,074 triliun. Angka itu meningkat cukup tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya Rp 2,9 triliun. Sementara jika dilihat, rata-rata outflow per bulan sebesar Rp 1 triliun. Angka itu juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata outflow 2016 sebesar Rp 900 miliar per bulan.

Bahkan, khusus Desember ini, KPwBI menyiapkan uang segar Rp 1,5 triliun. Persediaan ini jauh lebih banyak dibandingkan total realisasi penarikan Desember 2016, yakni Rp 1,1 triliun. Dan, perkiraan KPwBI itu pun sangat tepat. Sebab, sampai saat ini realisasi penarikan uang sudah mencapai Rp 1,4 triliun atau 92 persen dari persediaan.

”Pada 2018 angka penarikan bisa lebih besar. Karena selain momen Hari Raya juga ada hajatan pilkada yang pastinya akan berpengaruh,” papar Bandoe.

Sementara itu, ditanya soal angka uang masuk atau setoran (inflow), Bandoe memaparkan, juga ada peningkatan tahun ini. Transaksi setoran (net inflow) oleh masyarakat mencapai Rp 21 triliun, meningkat 15,8 persen dibanding 2016. Dengan banyaknya uang yang masuk itu, untuk tahun ini diprediksi mengalami net inflow. (gis/ria)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia