Sabtu, 21 Apr 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Tak Mau Kasih 'Jatah', Pacar Nyaris Tewas Dianiaya

Rabu, 13 Dec 2017 14:32 | editor : Perdana

Tak Mau Kasih 'Jatah', Pacar Nyaris Tewas Dianiaya

SOLO – Lagi-lagi kasus kekerasan terhadap wanita terjadi di Kota Solo. Toni Handayani, 36, harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Dr. Oen Solo karena luka lebam dibagian muka. Bahkan terjadi pendarahan dikepala karena dibenturkan ke tembok sebanyak enam kali.

Ironisnya penganiayaan yang nyaris menyebabkan nyawa melayang wanita asal Kampung Nayu, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari ini dilakukan oleh Wahyu Hermawan, 37, yang statusnya merupakan pacar korban. Sepele, pelaku tega melakukan hal tersebut karena korban menolak diajak berhubungan intim denganya.

Kejadian ini bermula saat korban datang ke Indekos pelaku yang berada di Jalan Tentara Pelajar Kampung Guwosari, RT 02 RW 27 Kelurahan/Kecamatan Jebres Selasa (12/12) sekitar pukul 15.00. “Dia (korban) WA saya, katanya ban motornya bocor, karena sudah dekat kost saya suruh dorong saja, nanti saya yang tambalkan,” ujar pelaku.

Setibanya dikamar indekos pelaku, muncul niat korban untuk menyetebuhi korban. Sebab selama setahun memadu kasih, kedua sijoli ini sudah melakukan hubungan layaknya suami istri sebanyak dua kali. Namun saat itu, pelaku mengatakan korban enggan melayani nafsu birahi pelaku karena takut hamil diluar nikah.

Bukannya memaklumi alasan korban, pria yang beralamat di Jalan Sibela Barat 4 No. 1 RT 01 RW 25 Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres ini malah gelap mata. Pria ini malah melayangkan bogem mentah beberapa kali kearah muka korban. Tidak berhenti sampai di situ, kepala korban lantas dihantamkan pelaku ketembok.

Kekejian korban belanjut dengan membekap muka korban dengan bantal. Hal keji ini dilakukan pelaku karena dia terlajur basah dan berniat menghabisi nyawa korban. Setelah korban tidak sadarkan diri. Pelaku pergi meninggalkan kamar kost untuk menambalkan motor korban. Satu jam kemudian Wahyu kembali lagi ke kamarnya.

“saya kembali untuk memastikan mati tidak dia. Saya cek masih tergeletak dikasur tidak bergerak. Kemudian saya cek nadinya juga tidak terasa sama nafasnya juga tidak ada lagi. Setelah itu saya kabur bawa motor sama semua barang pacar saya. Biar tidak ada yang menghubungi dia,” kata Wahyu.

Kasus ini terbongkar setelah malam harinya pemilik kost mendapat laporan dari penghuni yang berada disamping kamar pelaku yang mengatakan ada keributan dari arah kamar pelaku. Curiga pemilik kost lantas memeriksa kamar korban. Karena tidak mendapat jawaban ketika dipanggil, pemilik kost akhirnya membuka kamar dengan kunci cadangan.

Ketika berhasil dibuka, pemilik kost kaget karena korban sudah tegeletak. Melihat kondisi tersebut pemilik kost langsung membawa korban kerumah sakit. Beruntung nyawa korban masih bisa terselamatkan. Dari situ pemilik kost langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Jebres.

Tidak butuh waktu lama bagi pihak yang berwajib menangkap pelaku, Rabu (13/12) sekitar pukul 05.00. pelaku berhasil dimankan petugas saat bersembunyi di rumah rekannya dikawasan Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon. “saya langsung tiba di lokasi dan mengecek kondisi korban anggota saya peritahkan mencari korban, tidak sampai 5 jam pelaku behasil kita amankan,” ujar Kapolsek Jebres, Kompol Juliana.


Pihak yang berwajib, lanjut Juliana, masih melakukan penyidikan terhadap pelaku. Pihaknya juga akan menggandeng psikater guna mengecek kejiwaan Wahyu. “Kita curiga pelaku memiliki kepribadian ganda, karena saat dilakukan pemeriksaan tidak ada raut muka bersalah dari pelaku. Bahkan tingkahnya tidak menunjukkan kalau dia telah melakukan penganiayaan,” jelas Juliana.

Selain pelaku, pihak yang berwajib juga mengamakan barang bukti berupa sepeda motor Honda Beat warna putih merah dengan Nopol L 2999 RX, tas yang berisi HP dan dompet yang didalamnya berisi uang tunai Rp. 206 ribu milik korban serta bantal yang digunakan untuk membekap korbanya.

Wahyu sendiri terancam hukuman 15 tahun penjara karena dijerat dengan pasal berlapis. Antara lain pasal 53 Jo 338 KUHP tentang percobaan pembunuhan dan pasal 365 ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

“kondisi terakhir korban sudah dipindahkan dari IGD kekamar rawat inap rumah sakit. Korban masih merasa sakit dan belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut karena masih mengalami trauma yang mendalam pasca kejadian ini,” pungkas Kapolsek. 

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia