Selasa, 16 Jan 2018
radarsolo
icon featured
Solo

SD Muhammadiyah PK Kottabarat Menerima Kunjungan dari Sorong

Selasa, 12 Dec 2017 18:33 | editor : Bayu Wicaksono

SD Muhammadiyah PK Kottabarat Menerima Kunjungan dari Sorong

SOLO – SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo kedatangan tamu istimewa dari SD Inpres 46 Klagete, Sorong, Papua Barat. Sebanyak 20 orang meliputi kepala sekolah dan guru. Mereka mengadakan kunjungan manajerial dan studi banding di SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo, Senin (11/12).

Kepala SD Inpres 46 Klagete, Leberina S. Lagu mengungkapkan, kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan ke Pulai Jawa untuk memantapkan SD Inpres Klagete sebagai sekolah berintegritas pada 2018 mendatang.

Melalui kunjungan manajerial dan studi banding ini diharapkan bisa mengubar pola pikir guru untuk terus mengejar kualitas pendidikan. Terkhusus di Klagete.

“Kami jauh-jauh datang dari Papua Barat betul-betul ingin belajar tentang manajemen sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SD kami,” ungkap Leberina kepada Jawa Pos Radar Solo.

Kehadiran rombongan SD Inpres 46 Klagete disambut dengan tarian Merak oleh para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler tari tradisional.

Masuk ke acara inti, pada sesi dialog banyak pertanyaan terkait dengan teknis pelaksanaan Kurikulum 2013 dan manajemen sekolah yang diajukan oleh peserta studi banding dari Klagete. Banyaknya pertanyaan terkait implementasi Kurikulum 2013 ini karena SD Inpres 46 Klagete baru saja melaksanakan kurikulum tersebut untuk kelas I dan IV.

Salah seorang guru, Yohana menanyakan terkait format penyusunan soal penilaian akhir semester (PAS) karena dianggap masih membingungkan.

“Mohon kami dijelaskan cara penyusunan soal PAS karena meskipun sudah mengikuti program bimbingan teknis kurikulum, tapi kami masih bingung saat melaksanakan di lapangan,” tanya Yohana.

Kepala SD Muhammadiyah PK, Nur Salam dan Wakasek Bidang Kurikulum, Esti Ambarwati menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan.

Humas SD Muhammadiyah PK, Muhamad Arifin mengatakan bahwa kunjungan dari Klagete ini merupakan salah satu upaya sekolah untuk terus menebarkan virus-virus keunggulan.

“Hampir setiap pekan kami menerima kunjungan studi banding sekolah dari berbagai daerah. Awal Januari 2018 kami juga akan menerima kunjungan dari SD di Abepura Jayapura Provinsi Papua,” pungkas Arifin.

(rs/aya/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia